Bantuan Indonesia untuk Gaza Tetap Dibutuhkan
JAKARTA – Sukarelawan Indonesia yang menetap di Jalur Gaza, Palestina, Abdillah Onim menyatakan, bantuan kemanusiaan dari Tanah Air masih dibutuhkan di Gaza. Hal itu dikarenakan, dampak blokade yang dilakukan Israel masih dirasakan warga di Gaza.
“Saya terus bermitra dengan LSM di Indonesia untuk dapat menyalurkan bantuan untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza, yang kini kondisinya semakin memprihatinkan,” katanya, Senin (30/7/2018).
Guna mengkoordinasikan bantuan-bantuan dari Indonesia, Abdillah Onim mendirikan Yayasan Nusantara Palestina Center (NPC). Yayasan tersebutlah yang kemudian bermitra dengan puluhan LSM di Indonesia. Situasi di Jalur Gaza hingga kini belum ada perubahan pada kehidupan masyarakat yang lebih baik.
“Bahkan lebih parah karena blokade Israel sejak 12 tahun berjalan sehingga terjadi krisis pangan dan lainnya. Israel melarang pasokan bahan pokok masuk ke Gaza terutama barang perdagangan,” kata Abdillah Onim, yang sebelumnya adalah relawan organisasi kegawatdaruratan kesehatan, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia, yang kini telah menikah dengan Muslimah Palestina.
Disampaikannya, peristiwa pembunuhan terjadi hampir setiap hari di Gaza. Hal itu karena warga Gaza semakin masif melakukan aksi damai di perbatasan antara Gaza dan Israel. “Aksi damai itu dibalas oleh Israel dengan eksekusi di tempat. Sudah belasan ribu warga luka-luka, dan sejak Maret 2018 hingga kini, melalui aksi great march return, sudah lebih dari 160 warga Gaza gugur,” ungkapnya.
Atas kondisi itulah, ia selalu mengharapkan rakyat Indonesia tetap memberikan perhatian dan membantu saudara-saudaranya yang kini dalam kondisi krisis di Jalur Gaza. (Ant)