Harga Telur di Payakumbuh Bertahan Rp1.600 Per Butir
PAYAKUMBUH – Harga telur ayam ras di tingkat pedagang di pasar tradisional di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, bertahan Rp1.600 per butir. Kondisi harga yang bertahan tinggi tersebut telah dirasakan sejak tiga minggu terakhir.
“Sebelumnya harga telur hanya Rp1.300 per butir, namun sejak tiga minggu terakhir bertahan pada harga Rp1.600 per butir,” kata pedagang telur di Pasar Payakumbuh, Nova (39), di Payakumbuh, Senin (30/7/2018).
Banyak masyarakat yang mengeluhkan kenaikan harga telur tersebut. Hal itu berimbas pada permintaan sehingga menyebabkan jumlah penjualan menurun dibanding hari biasa. Telur merupakan salah satu bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat dari semua kalangan.
Pedagang lainnya, Mustika memperkirakan, harga telur ayam akan turun lagi pada Hari Raya Idul Adha mendatang. “Ini memang harga telur yang paling mahal selama ini,” tandasnya.
Pedagang tersebut berharap, pemerintah melakukan upaya agar harga kembali menjadi normal. Hal itu dibutuhkan agar daya beli masyarakat tidak turun sehingga permintaan kembali normal. Sementara itu, harga bahan pokok lain seperti cabai, harganya masih stabil sejak Lebaran 2018 berkisar di Rp28.000 per kilogram. Bawang merah Rp26.000 hingga Rp28.000 per kilogram tergantung kualitas.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Barat, Asben Hendri mengatakan, kenaikan harga telur dan daging ayam broiler terjadi secara signifikan. Hal itu diduga akibat berkurangnya produksi di tingkat peternak yang terjadi hingga 30 persen. “Larangan mencampur vaksin antibiotik pada makanan, membuat ayam petelur dan pedaging banyak sakit hingga produksi menurun. Akibatnya harga mahal,” pungkasnya. (Ant)