Berkah Panen Tembakau Bagi Buruh Tani di Lombok
Editor: Mahadeva WS
LOMBOK – Tanaman tembakau tidak saja menjadi tanaman primadona dan memberikan keuntungan besar secara ekonomi bagi petani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Tembakau menjadi berkah tersendiri bagi buruh tani setempat. Masyarakat bisa mendapatkan penghasilan sebagai buruh, baik bagi petani tembakau basah maupun petani tembakau omprongan.
Leni, warga Desa Kabar, Kabupaten Lombok Timur menyebut, paling senang jika memasuki musim panen tembakau. Leni karena bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari upah menjadi buruh pemetik tembakau milik petani di kampungnya. “Musim panen tembakau seperti sekarang paling kita tunggu, hampir setiap hari bisa dapat penghasilan dari pekerjaan memetik daun tembakau,” kata Leni, Senin (30/7/2018).
Selain memetik tembakau, upah juga didapatkan dari aktivitas mengangkut daun tembakau ke tempat omprongan tembakau milik petani. Dalam sehari, Leni bisa mengantongi penghasilan sebagai buruh memanen daun tembakau, antara Rp30.000 sampai Rp60.000. Kalau hanya memetik daun tembakau saja sampai setengah hari, upah yang diterima mencapai Rp30.000. Sementara jika bekerja sehari penuh sampai sore, bisa membuawa pulang uang Rp60.000.
Pardi, warga lain mengatakan, selain kegiatan memetik dan mengangkut daun tembakau dari sawah. Aktivitas omprongan tembakau juga menjadi lahan untuk mendapatkan penghasilan. “Proses pengomprong daun tembakau tidak bisa dilakukan sendiri. Membutuhkan banyak tenaga, mulai dari proses gelantang, proses pengomprong hingga daun tembakau kering dan selesai diomprong,” jelasnya.
Pengolahan tanaman tembakau, membutuhkan banyak tenaga. Dari mulai proses penanaman, perawatan, panen hingga proses pengomprong sebelum tembakau dimasukkan ke gudang perusahaan rokok adalah proses yang harus dilewati.