Bank Sampah, menjadi sarana produktif untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Dikatakan Efrida, banyak tantangan dan tidak mudah untuk bisa merubah pola fikir masyarakat mengenai sampah. Dibutuhkan kesabaran dan contoh nyata bahwa sampah memang bisa menjadi berkah jika ditangani dengan benar.
"Ini bisa menjadi pilot project dan semua sampah bisa diolah di sini, yang organik untuk kompos, yang an-organik bisa diolah untuk produk-produk kerajinan tangan dan menghasilkan uang bagi masyarakat," ungkap Aminullah.
Pemerintah Kota (Pemkot) Medan serius mengembangkan bank sampah dengan melibatkan masyarakat, karena daerah itu menghasilkan sampah 2.000 ton per hari.
"Paradigma pengelolaan sampah yang dulu diterapkan dengan cara pakai, kumpul, angkut, buang, sekarang kita ubah dengan memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat," kata Rose Vivien Ratnawati, di Pontianak, Selasa (13/11/2018).
PEKANBARU - Sejumlah kawasan kumuh di Kecamatan Rumbai Pesisir (Rumpes) Kota Pekanbaru telah mendapat bantuan pembangunan tujuh Instalasi Pengelolaan Air Limbah dari "Islamic Development Bank (IDB)" guna mengubah lingkungan tersebut menjadi…