Gelora dari Ballroom Merlynn Park: Lintasan Harapan, Realitas, dan Peta Baru UKM–IKM Indonesia
Bagi Andy, konsolidasi organisasi bukan hanya agenda administrasi—melainkan kebutuhan taktis untuk memperkuat barisan UKM di tengah tekanan ekonomi kota metropolitan.
Thowaf Zuharon: Pondasi Ekonomi Tak Pernah Berdiri di Menara Tinggi
Di sela acara, Thowaf Zuharon, Sekjen UKM IKM DKI Jakarta, menambahkan perspektif yang lebih praktis.
Ia memandang UKM dan IKM bukan sebagai pelengkap industri besar, melainkan fondasi yang menopang keseluruhannya.
“UKM dan IKM adalah fondasi utama ekonomi retail sebuah negara. Seluruh produsen besar tidak akan bisa jalan kalau tidak ada UKM dan IKM. Indofood tidak akan besar tanpa warung Indomie. Kira-kira demikian kondisinya. Terobosan Menteri UKM Maman Abdurahman yang akan memberi kredit tanpa agunan hingga 200 juta rupiah harus segera diwujudkan,” ujar Thowaf.
Kutipan itu menyinggung ironi yang sudah lama dirasakan pelaku usaha kecil: mereka adalah fondasi sistem ekonomi, tetapi justru kerap berada di lapisan paling rapuh dan terpukul pertama kali ketika krisis datang.
Israfil Munawarah: Ketika Nurani Menginterupsi Panggung Seremonial
Jika wajah birokrasi tampil pada podium, maka suara akar rumput datang dari Israfil Munawarah, dosen sekaligus Koordinator Acara.
Ia tidak membaca teks. Ia tidak berbicara dengan gaya pejabat.
Ucapannya mengalir seperti catatan harian yang tiba-tiba dibacakan keras-keras. Ia menunjuk beberapa mahasiswanya—pelaku usaha Gen Z yang mengikuti bazar.
“Pagi jualan, malam kuliah,” katanya pelan.
“Modal hari ini belum tentu cukup untuk besok.”
Israfil menjelaskan bagaimana legalitas usaha seperti sertifikasi halal dan BPOM, yang tampak sederhana dalam panduan pemerintah, justru menjadi tembok tinggi bagi pelaku mikro.