Prosesi Pindah Rumah Danny Rukmana, Tutut Soeharto: Upaya Lestarikan Budaya Jawa
JAKARTA| Dwipanews – Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut Soeharto dan Indra Rukmana, mengantarkan putra tercinta mereka, Danny Bimo Hendro Utomo atau Danny Rukmana pindah rumah baru yang prosesinya mengusung adat Jawa.
Tutut Soeharto mengucap syukur kepada Allah SWT proses pindah rumah anak tercintanya berjalan lancar. Putri sulung Presiden RI ke 2, Jenderal Besar HM.Soeharto berharap Danny Rukmana dan istrinya yakni Andi Raiyah Chitra Caesaria Abdussalam serta sang cucu yaitu Kiara Bella Rukmana, senantiasa ada dalam lindungan Allah SWT.
“Biar keluarga mas Danny sehat, disayang Allah SWT dan baik semuanya. Aamiin,” ucap Tutut Soeharto, pada acara pindahan rumah baru Danny Rukmana di Jl. Yusuf Adiwinata, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/2/2024).
Tutut Soeharto berharap Danny Rukmana dan Raiyah selalu rukun dan bahagia dalam menjalani bahtera rumah tangganya.
“Harapan saya, Mas Danny dan Mba Raiyah bisa mendidik anak yang soleh dan solehah. Hidup selalu rukun dengan keluarga lainnya, dengan adiknya. Yang terbaik menurut Allah SWT buat mereka,” ujarnya.
Tutut Soeharto pun menjelaskan, prosesi pindah rumah adat Jawa ini kerap dijalani oleh keluarga besarnya. Apalagi Pak Harto dan Ibu Tien selalu berpegang teguh untuk melestarikan budaya Jawa dalam berbagai acara keluarga. Salah satunya terkait prosesi pindah rumah.
“Nguri-nguri ini budaya nenek moyang kita, melestarikan budaya. Saya diajarkan Bapak dan Ibu kalau pindah rumah juga dengan tradisi ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Tutut Soeharto menjelaskan, prosesi pindah rumah adat Jawa ini merupakan momentum yang sakral penuh makna kebaikan untuk dijadikan penerang dalam kehidupan setiap manusia.
Seperti halnya diawali dengan pengajian hatam Al Quran 30 juz. Juga zikir dan doa serta salawat, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas rahmat serta nikmat sehat dan rejeki yang dilimpahkan kepada hamba-Nya.
Dalam acara ini, juga syarat lain yang berkaitan erat dengan budaya nenek moyang yaitu Uborampe atau perlengkapan yang harus dibawa dalam prosesi pindah rumah adat Jawa. Di antaranya, pisang raja, kendi, kasur, tikar, bantal, guling, beras, biji-bijian, dan lainnya.
Selain itu, tersaji santapan ragam makanan yang juga sarat dengan makna filosofi budaya Jawa.
“Ini apa namanya tradisi nenek moyang kita untuk dilestarikan.Karena kita ini agama Islam, jadi disesuaikan dengan agama Islam. Orang mau bilang bagaimana, tapi kita tetap menghormati nenek moyang kita. Bapak dan Ibu saya selalu bikin acara gini pasti maksud-maksudnya. Bukan buang-buang uang saja, tapi ada tujuan untuk kebaikan hidupnya,” ungkap Tutut Soeharto.
Ia berharap generasi muda masa depan dapat melestarikan budaya bangsa warisan nenek moyang.
Pada kesempatan ini, pimpinan majelis ilmu Sabilina, Farida Maftuh berharap Danny Rukmana dan Raiyah menempati rumah barunya ini diberikan kesehatan dan keberkahan.
“Semoga Mas Danny dan Mba Raiyah dapat ridho Allah SWT. Melimpah berkah serta istiqomah dalam ibadah diberikan kebahagian dunia dan akhirat.Aamiin,” ucap Farida