Kisah Ibu Rumah Tangga di Sleman Rintis Usaha Rumahan

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA, Cendana News – Wulan (29), ibu rumah tangga warga dusun Bogem, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, memulai usaha rumahan dengan modal pinjaman dari koperasi.

Dia memimjam modal dari koperasi tanpa agunan dan persyaratan yang pelik, karena sama sekali tidak memiliki modal sendiri.

Dia pun merasa beruntung, karena di desanya ada koperasi yang memiliki program pinjaman modal usaha khusus untuk warga kurang mampu.

Kepada Cendana News, dia mengisahkan awal mula merintis usaha rumahan berupa aneka makanan olahan dari jeroan ayam.

Wulan menuturkan, bahwa sejak melahirkan anak pertamanya dia memutuskan keluar dari pekerjaannya sebagai karyawan pabrik.

Namun sambil mengurus anaknya yang masih bayi, ia tetap berupaya mencari penghasilan tambahan untuk membantu suaminya.

Salah satu hal yang pertama terlintas di benak Wulan adalah memulai usaha berdagang makanan olahan jeroan ayam.

Ide itu muncul karena ia memiliki kenalan yang bisa menyuplai bahan baku dagangan tersebut.

Namun, saat itu Wulan tak memiliki modal sedikitpun. Tabungannya sudah habis untuk biaya persalinan dan mencukupi kebutuhan acara syukuran anak pertamanya.

Beruntung, di desa tempat tinggalnya ada Koperasi Tamanmartani Sejahtera.

Koperasi binaan Yayasan Damandiri ini memiliki program pinjaman modal usaha bagi warga kurang mampu. Namanya, pinjaman ‘Modal Kita’.

Wulan pun memanfaatkan program pinjaman usaha ‘Modal Kita’ untuk memulai ide usahanya.

“Saya langsung bergabung menjadi anggota koperasi dan pinjam modal sebesar Rp2juta,” kata Wulan.

Dia mengaku, pinjaman modal sebesar itu digunakan untuk membeli peralatan memasak, sampai bahan baku berupa jeroan ayam.

Dengan kemampuan memasak, Wulan mulai mengolah jeroan ayam menjadi aneka makanan seperti sate ati ampela, oseng usus dan sejenisnya.

Wulan kemudian menjual dagangannya itu ke sejumlah tetangga maupun kenalannnya secara online.

Dengan cerdik, ia juga memanfaatkan media sosial seperti Facebook untuk memasarkan dagangannya.

“Alhamdulillah, bisa jalan pelan-pelan. Hasilnya juga cukup lumayan. Bisa untuk tambahan mencukupi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Wulan kemudian mengatakan, bahwa sejak bergabung dengan koperasi banyak keuntungan yang diperoleh.

Selain bisa mendapatkan akses permodalan, ia juga mendapat bimbingan dan arahan untuk mengembangkan usahanya.

“Beberapa waktu lalu saya juga ditawari koperasi untuk ikut mengelola unit ‘Warung Kita’ sebagai karyawan pramusaji. Tentu saja langsung saya terima dengan senang hati,” ungkapnya.

Kini bekat koperasi binaan Yayasan Damandiri, Wulan bisa memiliki pekerjaan tetap yang berada tak jauh dari tempat tinggalnya.

Ia juga tetap bisa menjalankan usahanya sendiri sambil mengurus anaknya.

“Saya sangat bersyukur bisa bergabung dengan koperasi. Karena lewat koperasi ini saya bisa memiliki pekerjaan tetap, sekaligus pekerjaan sambilan,” pungkasnya.

Lihat juga...