Inflasi Bulan Mei 2022, Salah-satu Sebab Utama Harga Telur Ayam Ras

Admin

JAKARTA, Cendana News – Inflasi bulan Mei 2022 tercatat sebesar 0,40 persen menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).

Inflasi bulan Mei 2022 sebesar 0,40 persen tersebut berdasarkan hasil pemantauan BPS di 90 kota di Indonesia.

Selain terjadinya inflasi bulan Mei 2022, BPS juga menginformasikan adanya peningkatan indeks harga konsumen (IHK).

Menurut BPS, IHK pada bulan April 2022 sebesar 109,98 dan pada Mei 2022 menjadi 110,42.

“Adapun tingkat inflasi tahun kalender pada Mei 2022 sebesar 2,56 persen,” kata Kepala BPS Margo Yuwono, dikutip dari kanal YouTube BPS, Jumat (3/6/2022).

Sementara itu tingkat inflasi tahun ke tahun bulan Mei 2022 menjadi 3,55 persen.

Sedangkan Inflasi Mei 2022 secara month to month sebesar 0,40 persen.

Menurut Yuwono, beberapa komoditas penyumbang inflasi di bulan Mei 2022 ini adalah tarif angkutan udara, harga telur ayam ras, ikan segar dan bawang merah.

Sementara dari 90 kota di Indonesia tercatat 87 kota mengalami inflasi.

Dan, inflasi tertinggi terjadi di kota Tanjung Pandan, Bangka Belitung, sebesar 2,24 persen.

Margo Yuwono mengatakan, komoditas penyumbang inflasi di Tanjung Pandan adalah harga ikan krisi yang memberikan andil inflasi sebesar 0,53 persen.

Kemudian, air kemasan memberikan andil inflasi 0,31 persen dan angkutan udara dengan andil inflasi 0,28 persen.

Inflasi Mei 2022 secara year on year adalah 3,55 persen dan merupakan inflasi tertinggi sejak Desember 2017, yang sebesar 3,61  persen.

Margo Yuwono menjelaskan, berdasarkan komponennya andil terbesar terjadinya Inflasi berasal dari komponen harga bergejolak.

Komponen harga bergejolak tersebut memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,16 persen.

Sementara penyebab utama berasal dari harga telur ayam ras, bawang merah dan daging sapi.

Kemudian, penyumbang inflasi kedua dari komponen adalah komponen inti yang memberikan andil inflasi 0,15 persen.

Komoditas dominan pendorong inflasi pada komponen inti antara lain ikan segar, nasi dengan lauk, dan roti manis.

Sedangkan yang ketiga berasal dari komponen harga yang diatur oleh pemerintah, memberikan andil sebesar 0,09 persen.

Menurut Margo Yuwono, komponen harga yang diatur oleh pemerintah memberikan andil sebesar 0,09 persen.

Hal tersebut penyebab utamanya antara lain naiknya tarif angkutan udara, dan kenaikan harga BBM jenis Pertamax.

Lihat juga...