Idham Samawi: Negara Perlu Mengkinikan Implementasi Pancasila

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA, Cendana News – Drs HM Idham Samawi politisi PDIP menyebut pemerintah saat ini sedikit lalai mengkinikan implementasi nilai-nilai Pancasila.

Menurut Idham Samawi, mengkinikan nilai-nilai Pancasila menjadi ‘PR’ serius bagi pemeritah saat ini.

Apalagi, kata Idham Samawi, di tengah situasi dan kondisi bangsa saat ini yang semakin banyak gerakan atau kelompok-kelompok tertentu berupaya melemahkan ideologi Pancasila.

“Saya kira negara perlu mengkinikan implementasi nilai-nilai Pancasila. Mungkin perlu dibentuk badan atau apa yang secara khusus mengurusi hal itu,” kata Idham Samawi.

Anggota DPR/MPR RI Idham Samawi mengatakan hal itu dalam acara Sosialisasi UUD 1945, Pancasila, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika di Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY), Senin (13/6/2022).

Idham Samawi menilai, badan semacam itu perlu, mengingat saat ini sosialisasi mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan bhinneka tunggal Ika hanya dilakukan oleh MPR.

Sementara pada Presiden Soeharto, pemerintah pernah membentuk Badan Pembina Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7).

Dalam pelaksanaannya, BP7 bertugas mensosialisasikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) kepada masyarakat.

Bahkan, setiap pegawai negeri dan anggota masyarakat wajib mengikuti penataran P4 ini.

Termasuk mengajarkannya ke semua sekolah melalui mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP), yang diatur dalam kurikulum nasional.

“Menurut saya pembelajaran nilai-nilai Pancasila mestinya dimulai di meja makan. Misalnya, dengan membagi makanan secara adil atau sama pada anggota keluarga. Ini kan contoh implementasi sila kelima Pancasila,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Idham Samawi yang pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPP PDIP itu mengakui semakin tingginya ancaman terhadap upaya penggantian Pancasila sebagai ideologi negara saat ini.

“Saya melihatnya memang ada kepentingan tertentu yang berupaya menggerakkan. Karena kemarin sempat ditemukan uang pendanaan dalam jumlah miliaran. Tentu ini menjadi tugas intelejen untuk melakukan pendalaman secara serius,” ungkapnya.

Mantan bupati Bantul dua periode ini juga menegaskan, bahwa Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara tidak bisa diganti oleh ideologi negara mana pun di dunia.

Sebab, terbukti hanya Pancasila yang bisa menyatukan NKRI yang begitu beragam dan majemuk.

“Hanya Pancasila ideologi yang bisa menyatukan Indonesia. Karena Pancasila digali oleh kita bangsa kita sendiri Indonesia. Bukan barang impor,” katanya.

Sementara itu, Rektor UCY  Ciptasari Prabawanti, Spsi, MSi, Phd, menegaskan kampus memiliki peranan besar dalam berkontribusi menanamkan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan bhinneka tunggal Ika kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Meski menjadi kampus bernapaskan Islami, UCY selama ini selalu menjunjung tinggi komitmen tersebut dalam setiap proses pendidikan kepada seluruh mahasiswa.

Menurutnya, UCY memiliki visi misi untuk senantiasa menjunjung tinggi keberagaman.

Terbukti dengan mayoritas mahasiswa UCY yang berasal dari berbagai kalangan, baik lintas agama, suku dan budaya.

“Mahasiswa kita berasal dari berbagai provinsi di Indonesia,” ungkapnya.

Lihat juga...