SMPN 12 Kota Bekasi Gelar Expo Anti-Bullying
Editor: Koko Triarko
BEKASI – Hasil karya anak kelas 7 SMP Negeri 12, Kota Bekasi, Jawa Barat, dipamerkan dalam Gebyar Project Expo 12 di sekolah setempat, bertepatan dengan momentum peringatan Sumpah Pemuda, Kamis (28/10/2021).
Gebyar Project Expo 12 adalah kegiatan perdana di SMA Negeri 12. Kegiatan itu merupakan rangkaian dari program sekolah penggerak dengan menampilkan hasil kreasi dari project penguatan profil pelajar Pancasila.
“Gebryar expo 12 tersebut menampilkan kreasi dari project penguatan profil pelajar Pancasila yang sudah dibimbing para guru kurun waktu dari Juli hingga Oktober 2021. Hasil karya siswa kelas 7 itu bertemakan ‘bangunlah jiwa ragaku dengan topik anti bulying dan napza,” ujar Dini Wiadini, Kepala Sekolah SMP 12, Kamis (28/10/2021).
Dikatakan, tema bulying dan napza dalam sekolah penggerak di SMP Negeri 12 oleh peserta didik dibuatkan kreasi atas didikan para guru, untuk tampil dalam gebyar expo antibulying dan napza hari ini. Selain itu, seluruh keluarga sekolah membuat deklarasi antiperundungan di mana pun berada, juga antinapza.

Menurutnya, ruang kreasi yang diberikan bagi peserta didik dalam program sekolah penggerak cukup menarik. Terlihat semangat dan antusias dalam merancang pesan antibulying dan napza dengan beragam kreasi.
“Expo ini bertujuan utnuk menumbuhkan semangat bersatu bangkit dan tumbuh menjadi pelajar hebat dengan karya yang hebat. Nantinya menumbuhkan pribadi 6 dimensi profil pelajar Pancasila dalam program sekolah penggerak bisa tercapai,” katanya.
Enam dimensi profil pelajar Pancasila dalam dalam program sekolah penggerak tersebut, meliputi pelajar beriman, bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, bernalar kritis, kebhinekaan global, menghargai perbedaan, bergotong-royong, berkolaborasi dan membangun jiwa mandiri.
“Kami sudah melihat kreativitas 6 profil pelajar Pancasila, program sekolah ditumbuhkan dalam program penggerak ini bisa hebat, berkelas disiplin edukatif, resik impati, dan loyalitas, amanah dan sukses,” tambahnya
Sahroni, pengawas, menambahkan kegiatan expo di SMP Negeri 12 adalah program sekolah penggerak berkaitan dengan pembelajaran project pemula. Program ini berkaitan dengan perundungan dan sosialisasi antinapza atau narkotika.
“Semoga dengan project begini pencegahan napza dan bahayanya yang ditimbulkan bisa dipahami. Terutama terkait bagaimana pencegahan bahaya napza itu sendiri,” pungkasnya.
Karya anak kelas 7 SMP 12 tersebut dilakukan penilaian oleh tim khusus untuk diberi penghargaan sebagai bentuk apresiasi.