Berawal dari Produksi Bakpia, Pipit Kini Miliki Kios Jajanan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA Cendana News — Tak butuh waktu lama bagi Pipit Sartika Dewi (31) warga dusun Kemusuk Lor, Desa Argomulyo Sedayu, Bantul, untuk mampu mengembangkan usahanya secara mandiri.

Hanya dalam waktu kurang lebih 1 tahun, janda 3 orang anak ini berhasil mengembangkan sejumlah usaha baru miliknya di bidang kuliner.

Berawal dari mendirikan usaha pembuatan oleh-oleh khas Jogja yakni bakpia sekitar tahun 2021 lalu, Pipit kini telah berhasil memiliki usaha baru lainnya yakni penjualan aneka jenis snack dan makanan ringan.

Ia membuka kiosnya itu di kawasan pasar tradisional Menulis, Argomulyo. Berbagai jenis snack dan makanan ringan ia jual. Mulai dari keripik, ceriping, stik kentang, bakso goreng dan lain sebagainya.

Pipit mengaku awalnya membuka kios ini hanya sebagai gerai untuk memasarkan produk bakpia miliknya.

Namun memanfaatkan peluang yang ada, akhirnya ia juga menjual berbagai produk lainnya berupa aneka jajanan snack dan makanan ringan.

“Kebetulan orang tua punya lapak di pasar Menulis ini. Dari pada nganggur, saya manfaatkan saja untuk jualan aneka jajanan snack ini. Sekalian juga sebagai gerai tempat memesan bakpia,” ungkapnya.

Pipit mengaku mendatangkan aneka jajanan snack makanan ringan itu dari daerah Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Ia rutin dipasok oleh sales produk tersebut setiap beberapa hari sekali sesuai permintaan.

“Omsetnya lumayan, kalau ramai sehari bisa sampai Rp2 juta. Kalau standar ya berkisar Rp1,5 juta, per hari,” bebernya.

Pesatnya perkembangan usaha Pipit ini tak bisa dilepaskan dari program pinjaman usaha ‘Modal Kita’ yang dijalankan Yayasan Damandiri melalui Koperasi Sahabat Damandiri Sejahtera Argomulyo.

Bagaimana tidak, sejak awal merintis usaha pembuatan bakpia di rumahnya, Pipit sudah memanfaatkan pinjaman usaha ‘Modal Kita’.

Hal itu terus berlanjut hingga ia membuka usaha barunya yakni penjualan aneka jajanan snack dan makanan ringan.

“Awalnya dulu saya pinjam Rp4 juta untuk memulai usaha bakpia. Ternyata bisa berkembang. Sekarang setelah bisa jalan dengan dibantu 3 orang karyawan, saya memutuskan membuka usaha penjualan jajanan snack ini. Untuk tambahan modal, saya juga mengajukan pinjaman ke koperasi sebesar Rp4 juta,” ungkapnya.

Meski pinjaman dari koperasi tersebut hanya sebagian kecil dari modal keseluruhan yang dikeluarkan untuk membuka usaha barunya itu, Pipit mengaku sangat terbantu dengan adanya program pinjaman ‘Modal Kita’ tersebut.

Pasalnya, mekanisme serta proses pinjaman ‘Modal Kita’ terbilang sangat mudah dan cepat. Karena tanpa agunan serta bisa langsung dicairkan.

“Ya tentu sangat membantu. Walaupun sebenarnya jumlahnya masih terbilang kecil. Sehingga saya masih harus cari modal tambahan di tempat lain,” ungkapnya.

Lihat juga...