Pedagang Musiman Mulai Marak di Kawasan Jalan Lintas Sumatera
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG, Cendana News – Pedagang musiman di kawasan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Lampung Selatan mulai marak sepekan menjelang Lebaran tahun 2022 ini.
Para pedagang musiman itu mendominasi sejumlah titik di tepian Jalinsum dengan mendirikan lapak-lapak semi permanen dari papan, bambu dan terpal.
Nursanti, pedagang musiman di kawasan itu mengaku senang bisa kembali mengais rezeki pada musim arus mudik-balik Lebaran.
Dia menyiapkan lokasi di sisi kiri jalan menuju Pelabuhan Bakauheni untuk berjualan aneka makanan, minuman ringan dan kebutuhan pemudik lainnya. Termasuk oleh-oleh keripik dan kerupuk kemplang.
“Sekarang mulai terlihat arus mudik lebaran dari arah Sumatera ke Jawa dan sebaliknya. Saya telah berjualan sepekan yang lalu, hasilnya lumayan,” kata Nursanti kepada Cendana News, Selasa (26/4/2022).
Nursanti sengaja membuka lapak musiman yang bisa dibongkar. Lokasinya berada satu kilometer dari Pelabuhan Bakauheni.
“Lokasi strategis di jalur menuju Jalan Lintas Timur (Jalintim) menjadi peluang menangguk untung dari pembeli,” katanya.
Nursanti menyebut, dua tahun selama masa pandemi Covid-19 dia hanya membuka warung kecil di rumah.
Namun, tahun ini dia bisa berjualan lagi di pinggir Jalinsum yang potensial banyak pembeli.
Bersama sang suami, dia membeli sejumlah barang dagangan dari toko grosir. Sementara, keripik dan kerupuk kemplang diperoleh dari produsen.
Nursanti mengaku mengambil margin keuntungan sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000 dari setiap barang yang dijualnya.
Dia berharap pada momentum arus mudik-balik Lebaran tahun 2022 ini omzet penjualannya bisa meningkat.
Senada dengan Nursanti, pedagang lain dengan lapak permanen di kawasan Jalintim juga berharap akan ada peningkatan pendapatan.
Suharso, pedagang dengan tiga jenis usaha mulai membuka kembali gerai penjualan tiket kapal online.
Selama ini Suhraso bersama sang istri membuka warung makanan dan minuman ringan.
Sang istri juga membuka usaha penjualan makanan berkonsep serba sepuluh ribu (serbu).
Suharso menyebut, selama pandemi Covid-19 ia hanya melayani pembeli yang bekerja di pelabuhan.
Namun sepekan arus mudik Lebaran 2022 ini berlangsung, dia mulai melayani pembelian tiket secara online.
“Usaha penjualan tiket online menjanjikan, sebab pelanggan kerap sekaligus membeli nasi bungkus dan beragam oleh-oleh sebelum menuju ke pelabuhan,” kata Suharso.