Warung Damandiri di Desa Binaan Tamanmartani Kesulitan Gandeng Mitra Akibat Pandemi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Cendana News, YOGYAKARTA — Upaya pemberdayaan ekonomi yang dilakukan Koperasi Tamanmartani Sejahtera, selaku motor penggerak desa binaan Yayasan Damandiri, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, sepanjang tahun 2021 belum dapat bergerak maksimal akibat pandemi Covid-19.

Munculnya varian baru virus Omicron, bahkan membuat salah satu unit pemberdayaan koperasi di sektor ekonomi, yakni Warung Kita, di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Tamanmartani harus mengalami penurunan pendapatan sepanjang tahun 2021.

Minimnya geliat pariwisata di desa binaan Yayasan Damandiri, Tamanmartani itu dikatakan menjadi salah satu penyebab utama unit usaha koperasi berupa Warung Kita/Warung Damandiri itu cenderung sepi pengunjung atau tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.

Manager Usaha Koperasi Tamanmartani Sejahtera, Sigit Suryadi menyebutkan, ada beberapa pedagang kuliner yang lebih memilih untuk menutup warungnya. Sehingga membuat mitra koperasi yang biasa berjualan di unit Warung Kita otomatis berkurang.

Dikatakan, dari beberapa pedagang kuliner mitra koperasi, hanya tinggal 1-2 saja yang sampai saat ini masih terus aktif.

“Mereka memilih menutup usaha karena memang kunjungan ke unit Warung Damandiri selama pandemi kemarin sepi. Mereka lebih memilih berjualan di rumah secara online,” katanya belum lama ini.

Pihak koperasi Tamanmartani Sejahtera sendiri sebenarnya mengaku telah berupaya menarik pedagang lain untuk bisa menjadi mitra koperasi dan berjualan di unit usaha Warung Kita/Warung Damandiri. Namun hal itu masih belum berhasil karena situasi dan kondisi selama pandemi sangat tidak mendukung.

“Kita sudah coba undang warga sekitar untuk ikut berjualan di Warung Damandiri. Khususnya warga dusun Karangmojo,” sebutnya.

Disebutkan, persyaratan untuk menjadi anggota sangat mudah. Hanya cukup menyisihkan fee sebesar 8 persen dari keuntungan untuk koperasi. Semua fasilitas sudah disediakan, baik itu tempat, listrik air.

“Namun memang tidak banyak warga yang berminat karena berjualan selama pandemi sangat sulit,” katanya.

Sigit hanya bisa berharap, di tahun 2022 ini, kondisi perekonomian masyarakat maupun geliat pariwisata di desa binaan Yayasan Damandiri Tamanmartani menjadi lebih baik. Sehingga pemasukan maupun pendapatan unit usaha koperasi berupa Warung Kita/Warung Damandiri bisa semakin meningkat.

Sebagaimana diketahui, Yayasan Damandiri, menetapkan desa Tamanmartani Kalasan Sleman sebagai desa binaan sejak tahun 2017 silam.

Melalui program Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML), Yayasan bentukan Presiden Soeharto itu aktif melakukan berbagai upaya pemberdayaan. Baik itu di sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan, maupun ekonomi.

Selain menggelontorkan dana milyaran rupiah untuk mendirikan unit usaha Modal Kita sebagai akses permodalan bagi warga desa, Yayasan Damandiri juga telah mendirikan sejumlah unit usaha bagi koperasi. Antara lain adalah unit Kampung Homestay Damandiri serta unit usaha warung Kita/Warung Damandiri.

Meski kedua unit usaha koperasi ini mengalami penurunan pendapatan akibat pandemi Covid-19, namun berdasarkan hasil RAT tahun buku 2021 kemarin, Koperasi Tamanmartani Sejahtera mampu mencatatkan peningkatan jumlah SHU mencapai 23 persen. Yakni dari Rp94 juta pada tahun 2020 menjadi Rp114 juta pada tahun 2021.

Lihat juga...