Candi Sukuh di Karanganyar, Candi Paling Erotis Abad 14 Masehi

Admin

Cendana News, KARANGANYAR- Objek wisata Candi Sukuh di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, terkenal sebagai candi paling erotis.

Candi Sukuh berada di kaki Gunung Lawu Dusun Sukuh, Berjo, Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah.

Oleh para ahli, candi tersebut dijuluki sebagai The Most Erotic Temple, artinya candi yang paling erotis.

Julukan tersebut karena bentuk candi utama yang berbentuk yoni. Selain itu juga terdapat banyak relief dan artefak berbentuk yoni.

Sebagai objek wisata sejarah, Candi Sukuh merupakan tempat indah yang menawarkan sebuah ketenangan.

Alam di sekitarnya masih hijau dengan udara sejuk pegunungan yang menyegarkan.

Candi Sukuh memiliki banyak arca lingga dan yoni, sehingga menunjukkan candi tersebut merupakan peninggalan Zaman Hindhu.

Bentuk bangunan candi induk pun menurut sejumlah ahli juga menggambarkan bentuk yoni.

Karenanya, para ahli menyebutnya sebagai candi paling erotis atau the most erotic temple.

Sementara itu dari berbagai sumber, sejumlah pertanda di Candi Sukuh mengarah pada peninggalan Majapahit.

Antara lain tanda berupa angka tahun yang terdapat pada sejumlah candra sengkalan, dan arah candi yang menghadap ke barat.

Sejumlah candra sengkalan menunjukkan angka tahun 1437 Masehi dan 1456 Masehi atau akhir abad ke-14 Masehi.

Namun, Dinas Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah belum dapat memastikan Candi Sukuh sebagai peninggalan Majapahit.

Candra sengkalan yang menujukkan angka tahun zaman akhir Kerajaan Majapahit itu belum cukup kuat sebagai bukti Candi Sukuh peninggalan Mahapahit.

Sementara itu sumber literatur menyebutkan, riwayat Candi Sukuh yang ditemukan pada masa pemerintahan Britania Raya di Jawa pada tahun 1815 Masehi, oleh seorang Residen Surakarta bernama Johnson.

Kemudian setelah masa pemerintahan Britania Raya, pada tahun 1864-1867 Masehi Van der Vlis menulis buku tentang Candi Sukuh.

Kemudian pada tahun 1910 Masehi, Knebel melakukan berbagai inventarisasi literature.

Selanjutnya pada tahun 1928 Masehi, Dinas Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah mulai melakukan pemugaran.

Candi Sukuh terdiri dari tiga tingkat atau trap. Masing-masing trap memiliki gapura.

Di sebelah utara, berjajar relief yang menceritakan kisah Sadewa dan Nakula ketika sedang meruwat Dewi Durga.

Kemudian di sebelah timur berderet tiga patung Garuda, Dewa Whisnu dan sejumlah relief lain yang mengisahkan peristiwa di masa sebelum Masehi.

Di lantai gapura pertama atau pintu masuk menuju trap pertama, terdapat relief lingga yoni yang kini ditutup dengan pagar kayu. Hal itu untuk melindungi relief lingga yoni dari kerusakan akibat seringnya terinjak kaki pengunjung.

Lihat juga...