Wisata Candi Jawar Ombo di Kaki Gunung Semeru
Admin
Cendana News, MALANG – Candi Jawar Ombo menjadi salah satu destinasi wisata religi di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Candi Jawar Ombo berada di Kecamatan Ampel Gading yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.
Kendati masih berada di kawasan kaki Gunung Semeru, Candi Jawar Ombo tidak begitu terdampak erupi besar gunung tersebut pada Desember lalu.
Candi Jawar Ombo menjadi menarik jutsru karena misteri sejarahnya yang belum terungkap sepenuhnya.
Mengutip laman malangkab, Candi Jawar Ombo mulai ditemukan pada tahun 1983.
Saat itu, warga setempat menemukan Candi Hindu tersebut dalam kondisi terkubur tanah.
Secara administratif, Candi Jawar Ombo berada di Dusun Sukorejo, Desa Mulyoasri.
Konon, candi tersebut dibangun pada tahun 1338 dan dipercaya sebagai tempat ibadah umat Hindu.
Hingga kini, sebagian masyarakat juga memanfaatkan candi tersebut sebagai tempat berdoa atau ritual.
Biasanya, pada setiap malam Selasa Kliwon, malam Suro atau malam Jumat Legi, banyak warga melakukan tirakat.
Sejumlah sumber bahkan menyebutkan warga Bali sering mengunjungi candi tersebut untuk menjalankan ibadah pada malam bulan purnama.
Sementara itu sebagai objek wisata, banyak masyarakat mengunjungi Candi Jawar Ombo karena keindahan alamnya yang masih asri.
Bahkan jika beruntung, wisatawan bisa melihat kubah Gunung Semeru yang menawan.
Candi Jawar Ombo menghadap ke arah Gunung Semeru. Alas candi berbentuk bujur sangkar ukuran 6×6 meterpersegi dan tinggi 60 sentimeter.
Pada lantai alas candi terdapat empat umpak batu yang berlubang di bagian tengahnya.
Melihat bentuk lubang itu, para ahli memperkirakannya sebagai tempat berdirinya tiang kayu beratap rumbia atau ijuk.
Sementara kaki Candi Jawar Ombo berupa pelipit setengah lingkaran dan segi empat.
Pada sisi alas candi berhias relief teratai, pilaster dan tapak dara. Sedangkan sisi bangunan candi berhiaskan lima teratai, empat tapak dara dan sepuluh pilater yang berselang-seling.
Pahatan sosok manusia juga ada pada sisi bangunan ini. Relief yang terpahat terlihat seperti wayang.
Menyerupai gaya pahatan pada relief-relief Candi peninggalan Kerajaan Majapahit.
Pada pintu masuk candi terdapat arca batu memegang gada, Dwarapala.
Merupakan arca yang umumnya ada di setiap candi, sebagai arca penjaga gerbang atau pintu dalam ajaran Syiwa dan Budha.
Penamaan Dwarapala dari bahasa Sansekerta yang berarti pengawal pintu atau penjaga gerbang.
Untuk menuju ke Candi Jawar Ombo, wisatawan bisa menggunakan angkutan umum maupun kendaraan pribadi.
Namun, banyak di antara pengunjung sengaja datang berombongan dengan sepeda motor sambil berkonvoi.
Dari Kota Malang menuju Candi Jawar Ombo membutuhkan waktu kurang lebih dua hingga tiga jam, dengan rute Jalan Raya Codo-Wajak dan Jalan Nasional III.