Ada Hewan Lucu dan Unik, Bukit Soeharto Ponorogo Makin Menarik

Editor: Koko Triarko

PONOROGO, Cendana News – Koperasi Jaya Mandiri Sejahtera berupaya menarik minat wisatawan dengan menempatkan hewan unik dan lucu di kawasan objek wisata Bukit Soeharto, Ponorogo, Jawa Timur.

Pengelola menempatkan sejumlah hewan peliharaan seperti kelinci, burung, hingga aneka reptil di sejumlah titik lokasi Bukit Soeharto. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang dominan dari rombongan keluarga.

Manajer Umum Koperasi Jaya Mandiri Sejahtera Badegan, Wahyu Bintoro menjelaskan perihal tersebut.

Menurutnya, koperasi mendatangkan sejumlah hewan itu dengan biaya mandiri dan bekerja sama dengan komunitas pecinta hewan.

Dia menjelaska, untuk burung dan kelinci biaya pengadaan murni dari pengelola.

Sedangkan untuk reptil seperti iguana, ular, dan sejenisnya dari komunitas pecinta reptil Ponorogo.

“Mereka biasanya datang membawa binatang setiap hari Minggu atau hari libur,” ungkap Wahyu.

Menurut Wahyu, koperasi selaku pengelola memiliki rencana untuk menempatkan sejumlah hewan-hewan unik dan lucu.

Namun karena keterbatasan dana, pihaknya baru bisa merealisasikan rencana tersebut dengan menempatkan beberapa hewan saja.

Seperti kelinci dan burung yang harganya terbilang cukup terjangkau.

Sedangkan untuk binatang reptil yang memiliki harga cukup mahal, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah komunitas pecinta hewan.

“Karena kita tidak punya dana, solusinya ya kita bekerja sama dengan komunitas pecinta hewan,” ungkapnya.

Dia berharap, keberadaan hewan peliharaan unik dan lucu bisa membuat betah para pengunjung, khususnya anak-anak.

Pasalnya, mereka bisa berinteraksi langsung dengan hewan-hewan peliharaan tersebut. Seperti memberi makan, berfoto dan sebagainya.

Wahyu menginginkan, nantinya ada sudut atau titik khusus di kawasan Bukit Soeharto yang menjadi semacam mini zoo.

Terdapat hewan-hewan unik dan lucu, seperti domba, monyet, kijang, merak, dan lainnya.

Menurut Wahyu, potensi pengembangan mini zoo itu sangat mungkin terealisasi.

Hal itu karena kawasan lahan hijau objek wisata Bukit Soeharto sampai saat ini masih sangat luas, dan belum tergarap maksimal.

“Jika ada investor yang mau bekerja sama, misalnya mendatangkan rusa, merak, dan lain-lain kita sangat siap. Karena potensinya sangat bagus,” pungkasnya.

Lihat juga...