Camilan Renyah Opak dari Singkong, Ini Cara Bikinnya
Editor: Makmun Hidayat
BANDUNG — Singkong merupakan bahan makanan yang sangat populer di Indonesia, tak heran jika singkong memiliki begitu banyak variasi teknik pengolahan, salah satunya opak. Camilan khas Jawa Barat satu ini seperti kerupuk, teksturnya renyah, rasanya gurih, dan pastinya cocok menjadi sajian pelengkap di meja makan.
Menurut Yayan Andriansyah (26), warga kampung Garudapaksi, Desa Pinggirsari, Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, membuat opak memang tidak mudah, prosesnya cukup panjang, namun hal tersebut akan terbayar tuntas Ketika opak sudah tersaji di meja makan.
“Kalau mau bikin opak, siapkan dulu bahan-bahannya, yang paling utama pasti singkongnya, terus bumbu seperti bawang merah, bawang putih, dan ketumbar yang masing-masing sudah dihaluskan, daun bawang yang sudah diiris, garam, penyedap rasa, dan minyak goreng,” ujar Yayan kepada Cendana News, Sabtu (23/10/2021) di kediamannya.
Adapun proses awalnya adalah kupas kulit singkong kemudian cuci hingga bersih. Lalu diparut, bisa secara manual maupun menggunakan mesin parut. Setelah itu, campurkan bumbu-bumbu halus ke dalam parutan singkong, aduk sampai rata agar menjadi adonan, pastikan rasanya sudah sesuai.

“Kalau sudah itu, cetak adonannya berbentuk bulat, kalau saya biasanya pakai bawah piring koslen (kaleng) untuk cetakannya. Jangan lupa cetakannya itu oleskan pakai minyak goreng agar adonannya tidak lengket. Dan pastikan tidak terlalu tebal, biar nanti opaknya tidak keras. Jadi tipis-tipis saja,” jelas Yayan.
Selanjutnya, adonan opak yang sudah dicetak bulat dikukus terlebih dahulu, kurang lebih selama 15 menit atau ketika warna adonan tampak mulai menguning. Setelah itu, siapkan wadah agak besar untuk menjemur opak.
“Jadi yang sudah dikukus dipindahkan ke nampan atau apa saja, kalau saya biasanya pakai sasak (jemuran tembakau) untuk wadah menjemur opak. Jemur di tempat yang panas matahari. Biasanya kalau cuacanya cerah, setengah hari juga sudah kering. Apabila opak sudah kering, maka bisa langsung digoreng, setelah itu dihidangkan,” tandas Yayan.
Di tempat yang sama, Wiwin Winaningsih menambahkan, jika ingin membuat opak sendiri sebaiknya dalam porsi yang banyak, karena menurutnya, akan sangat tanggung jika membuatnya dalam porsi yang sedikit.
“Kalau mau sedikit mending beli saja, karena kan bikin begini agak ribet. Kita juga kalau tidak banyak dan tidak ramai-ramai pasti agak malas bikin opak,” ucapnya.
Selain itu, Wiwin pun menyarankan agar memilih singkong yang masih muda agar nantinya saat digoreng opak terasa renyah dan mudah dikunyah, bahkan oleh orangtua.
“Sebaiknya jangan pakai singkong yang tua, karena pasti keras nantinya itu. Terus yang penting juga saat dicetak, adonannya tidak terlalu tebal, itu juga sangat berpengaruh ke tekstur opak. Singkong ini kan aci, jadi kalau terlalu tebal pasti keras,” pungkas Wiwin.