Kelezatan Nasi Gudeg Koyor Mbak Tum di Semarang

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Nasi gudeg tidak hanya identik dengan Yogyakarta. Di Kota Semarang pun, gudeg menjadi salah satu menu tradisional yang digemari masyarakat.

Salah satunya, nasi Gudeg Mbak Tum, yang terletak di kawasan Peterongan Kota Semarang.  Berjualan sejak tahun 1991, warung makan gudeg tersebut, menjadi salah satu yang paling dikenal di Kota Semarang.

Ketenaran tersebut tidak lain berasal dari cita rasa masakannya yang enak dan komplet. Termasuk, nasi gudeg koyor yang menjadi salah satu andalannya.

Perpaduan antara manis gurih sayur gudeg, dipadu dengan koyor yang empuk lembut, kemudian disiram dengan kuah opor. Menjadikannya sebagai sajian yang istimewa.

Belum lagi, tambahan petai goreng, serta sambal tomat nan pas. Membuat nasi gudeg koyor memiliki perpaduan rasa yang beragam.

Mbak TUm saat melayani pembeli nasi gudeg di warung makan miliknya, di kawasan Peterongan Kota Semarang, Sabtu (23/10/2021). -Foto Arixc Ardana

“Gudegnya saya bikin sendiri, dengan bumbu yang tidak berubah dari awal dulu berjualan sampai sekarang. Jadi cita rasanya juga tidak berubah,” papar Mbak Tum, di sela berjualan, Sabtu (23/10/2021).

Andalannya, gudeg koyor. Koyor ini seperti kikil atau bagian dalam kulit sapi, namun memiliki tekstur yang lebih lembut dan kenyal.

Selain itu, juga ada beragam pilihan menu lain yang bisa dipilih konsumen, mulai dari ayam suwir, ayam opor, ayam goreng, telur kecap, krecek, ati ampela, babat iso, paru, dan beragam lainnya.

Semua lauk dan pelengkap nasi gudeg itu ditempatkan dalam baskom besar di hadapan pembeli, sehingga mereka bisa bebas memilih, lauk mana yang disukai.

Salah seorang pengunjung Arifin, mengaku gudeg koyor selalu menjadi pilihannya saat datang ke warung gudeg Mbak Tum.

Tekstur koyor yang empuk, kenyal, dipadu dengan manis gudeg, serta gurihnya kuah opor, membuat menu makanan tersebut kaya rasa.

“Rasanya enak dan lain daripada yang lain. Porsinya juga cukup banyak, jadi dijamin kenyang, meski kalau mau nambah juga boleh,” terangnya.

Tidak hanya itu, jika warung gudeg pada umumnya buka pada sore atau malam hari, gudeg Mbak Tum sudah buka sejak siang hari, sehingga memudahkan pembeli.

“Jadi mau makan kapan saja bisa, apalagi sekarang Kota Semarang sudah PPKM level 1, jadi rumah makan bisa buka hingga pukul 24.00 WIB,” pungkas Arifin.

Lihat juga...