Film ‘Samudra Loka’ Upaya Tingkatkan Edukasi Maritim
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Jelang Hari Maritim Nasional, Kemenko Maritim dan Investasi berupaya untuk meningkatkan edukasi terkait maritim di Indonesia. Salah satunya dengan mengangkat salah satu karya seni yang berhubungan dengan maritim, yaitu sebuah film karya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang berjudul Samudra Loka.
Sesditjen PRL, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Hendra Yusran Siry, menjelaskan bahwa pembuatan film Samudra Loka ini, merupakan bagian dari upaya membantu program pemulihan ekonomi nasional.

“Yang ingin kami sampaikan, ada masyarakat yang terdampak pandemi. Di film ini ditunjukkan adalah Bali yang mengalami penurunan hingga minus dalam sektor pertumbuhan ekonomi. Kami tunjukkan dengan program padat karya, kami mengajak masyarakat yang terdampak untuk melakukan restorasi ekosistem laut,” kata Hendra dalam acara yang mengupas film Samudra Loka pada rangkaian Pekan Literasi Maritim, Minggu (19/9/2021).
Restorasi ekosistem ini, lanjutnya, diharapkan akan menjadi destinasi wisata baru dan masyarakat yang terlibat dalam program restorasi memiliki perasaan memiliki.
“Mereka akan merasa memiliki karena terlibat dalam penciptaan sehingga mereka akan mau menjaga dan melindungi laut, serta semua keanekaragaman hayati yang ada di laut,” ucapnya.
Dalam film ini, masyarakat diajak melihat suatu keluarga yang terdampak pandemi dan seorang anak perempuan yang memiliki passion menjadi penyelam tapi diminta keluarganya untuk mencari profesi lain agar mampu menyokong perekonomian keluarga.
“Film ini menjadi pesan tentang keindahan laut di Bali yang harus dijaga keberadaannya. Ke depan akan mampu mendukung perbaikan ekonomi nasional melalui sektor pariwisata,” ucapnya lagi.
Apresiasi atas upaya pengembangan literasi maritim, disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi Kemenkomarves, Andreas Dipi Patria yang menyatakan pekan literasi maritim diselenggarakan untuk menyambut Hari Maritim Nasional ke 57 pada tanggal 23 September 2021 dan mendorong pengetahuan masyarakat tentang kondisi maritim Indonesia.
“Pekan Literasi Maritim ini dilakukan untuk meningkatkan literasi masyarakat terkait kemaritiman. Salah satunya dengan mengangkat isu maritim melalui film. Film yang mengangkat tentang sumber daya maritim Indonesia sekaligus memberikan edukasi komprehensif tentang aspek penting di bidang kemaritiman,” kata Andreas dalam kesempatan yang sama.
Sebagai contoh, Andreas mencontohkan film Top Gun yang sangat terkenal dan mengangkat sisi kepahlawanan, mempengaruhi seluruh anak muda di dunia.
“Esensi film ini sebenarnya adalah tentang membangun image angkatan laut Amerika yang memiliki kekuatan dan membawa misi perdamaian bagi seluruh kawasan dunia,” ujarnya.
Hal yang sama, ingin dicapai oleh Indonesia. Bagaimana film yang dikerjakan dalam konteks kekinian dan dikerjakan oleh anak-anak muda yang memiliki ide visioner, bisa mempengaruhi dan mengedukasi masyarakat Indonesia dengan cara yang bisa diterima publik.
“Transformasi bidang maritim ini sangat penting dalam mengembangkan proyeksi baru pembangunan kemaritiman, tak hanya lintas sektor tapi juga mampu menyentuh semua aspek kehidupan dalam membangun Indonesia yang berkelanjutan,” pungkasnya.