Berhenti Melaut, Mantan Nelayan ini Raup Untung di Usaha Ikan Kering
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
SITUBONDO — Melirik usaha dengan modal terbatas dengan membaca peluang terkadang dapat memberikan keuntungan yang besar. Salah satunya Jumadin, yang memilih menjalankan bisnis ikan kering setelah dirinya memutuskan untuk berhenti menjadi seorang nelayan.
Jumadin, warga Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, Situbondo mengatakan, dirinya kini memilih untuk tidak lagi menjadi nelayan di usianya yang sudah tidak muda lagi.
“Kemampuan saya saat ini sudah tidak seperti dulu lagi, yang bisa pergi menangkap ikan di tengah laut. Kadang faktor angin bisa berdampak pada kesehatan,” ujar Jumadi kepada Cendana News, di Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, Situbondo, Selasa (21/9/2021).
Jumadi mengaku, pertama kali ia menjalani bisnis ikan kering sejak tahun 2020, dan membutuhkan modal sebesar Rp500.000 yang diambil dari tabungan.
“Untuk biaya ikan sebanyak setengah kwintal harganya sebesar Rp400.000 saat itu, serta biaya bumbu sekitar Rp100.000,” ucapnya.
Selama beralih profesi menjadi pengusaha ikan kering, Jumadin mengaku, tidak begitu kesulitan mencari pelanggan. Sebab, sudah memiliki pelanggan tetap sejak masih aktif menjadi nelayan.
Dari bisnis ikan kering yang dijalani, Jumadin mengaku masih bisa mendapat keuntungan,. Kadang kala, satu hari ikan yang ia jual bisa habis terjual sebanyak satu kwintal.
“Satu kg ikan kering, biasa saya jual Rp50.000, kadang kalanya juga bisa sampai Rp70.000. Itu tergantung dengan persediaan ikan yang ada. Kalau persediaan ikan yang saya beli di nelayan melimpah, harga jual yang saya berikan Rp50.000, tapi kalau ketersediaan ikannya terbatas, bisa saya jual dengan harga Rp70.000,” jelasnya.
Jumadin menambahkan, untuk memastikan ketersedian bisnis ikan keringnya tidak sampai habis, ia rutin memproduksi setiap hari.
“Setiap hari saya produksi ikan kering. Dari mempersiapkan bahan mentah ikannya dari nelayan, trus pengelolaannya sampai pada proses penjemuran, itu saya lakukan setiap hari. Agar pelanggan tetap bisa mendapatkan ikan kering yang saya jual,” ucapnya.
Secara terpisah, Suminati, warga Desa Kliensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo mengatakan, bisnis yang sejak puluhan tahun yang lalu. Ia bisa mendapatkan ikan dari suaminya sendiri yang menjadi nelayan setiap hari.
“Bagi saya waktu itu, dari pada ikan yang berhasil ditangkap langsung di jual semua, mending sebagian saya kelola untuk dijadikan ikan kering, karena harga jualnya bisa berbeda,” ucapnya.
Suminati mengatakan, ketersediaan ikan yang berhasil ditangkap tidak lantas bisa didapatkan setiap hari. Sehingga, proses usaha ikan kering yang dilakukan, guna cadangan usaha yang bisa dijual saat persediaan ikan dilaut terbatas.
“Saya jual ikan kering kecil yang harganya Rp5.000 satu ons, juga ikan kering lemuru yang dijual dengan harga Rp13.000 satu ons,” ungkapnya.