Update Covid-19 23 Agustus 2021: Kematian Harian Terus Menurun
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Pada hari terakhir PPKM, 23 Agustus 2021, Indonesia mencatatkan angka kematian harian 842 jiwa, jauh menurun dibandingkan tanggal 22 Agustus 2021, yaitu 1.030. Angka ini menjadikan total kasus kematian menjadi 127.214 atau 3,189 persen dari total keseluruhan kasus, yaitu 3.989.060.
Sementara angka kesembuhan yang tercatat adalah 24.758, meningkat dibandingkan angka kemarin, 24.276 dan menjadikan total kasus sembuh menjadi 3.571.082 atau 89,521 persen dari keseluruhan kasus.
Tercatat sepuluh besar provinsi yang memiliki angka kematian terbesar harian adalah Provinsi Provinsi Jawa Timur dengan 189 jiwa, Jawa Tengah 98, Bali 66, Lampung 58, DI Yogyakarta 39, Jawa Barat 37, Riau 30, Kalimantan Timur 29, Sumatera Utara dan Aceh masing-masing 22 serta DKI Jakarta 20 jiwa.
Sementara untuk jumlah kasus baru harian, untuk sepuluh besar dicatatkan secara berurut oleh Jawa Barat 1.483, Jawa Timur 1.073, Jawa Tengah 798, Sumatera Utara 514, DI Yogyakarta 507, Kalimantan Timur 487, DKI Jakarta 485, Bali 434, Riau 357, Sulawesi Tengah 331.
Pada 23 Agustus 2021, pukul 09.44 GMT, Worldometer melaporkan jumlah kasus menjadi 212.679.403 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 4.446.610 dan kasus sembuh 190.301.359.
Posisi Indonesia masih pada peringkat 13 dunia dan dalam urutan 20 besar, memiliki tingkat kasus baru nomor 2, setelah Rusia 19.454 kasus dan menempati penyumbang angka kematian harian tertinggi, diikuti oleh Rusia 776 jiwa dan Mexico 228 jiwa.
Sementara dalam kelompok Asia, dari 49 negara, Indonesia masih menempati posisi ke-4 dalam total kasus dan penyumbang terbanyak kasus kematian harian.
Menanggapi akan berakhirnya PPKM di daerah Jawa Bali pada hari ini, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito menyatakan, pemberlakuan PPKM itu bersifat adaptif.

“Maksudnya, penetapannya bergantung pada perkembangan penularan COVID-19 pada daerah tersebut. Tak bisa diberlakukan secara umum,” kata Wiku, Senin (23/8/2021).
Kebijakan pembatasannya pun bersifat dinamis, di mana pengetatan dan pelonggaran bergantung pada kasus COVID-19 yang tercatat pada daerah tersebut.
“Tujuannya agar masyarakat tetap produktif beraktivitas tapi tetap aman dari paparan COVID-19,” ujarnya.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, WHO mendesak Indonesia untuk mengambil langkah dalam mencegah penularan COVID-19 berkaitan data peningkatan signifikan dalam mobilitas masyarakat, dalam hal ritel dan rekreasi di Provinsi Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah yang secara total memiliki populasi 97 juta orang.
Dinyatakan dalam laporan tersebut Indonesia perlu merumuskan rencana konkret dan tindakan mendesak untuk mengantisipasi dan mengurangi dampak peningkatan mobilitas pada transmisi dan kapasitas sistem kesehatan.
Sementara DKI Jakarta yang sudah masuk zona hijau, diputuskan tetap dalam PPKM Level 4. Karena kondisi daerah penyangga Jakarta yang masih belum masuk zona hijau.
Salah satu alasan yang dikemukakan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, adalah capaian vaksinasi.
Provinsi DKI Jakarta saat ini sudah mencapai 103 persen, sementara capaian vaksinasi di daerah penyangga masih antara 15 hingga 30 persen.