Teknologi Pengecekan Hara Tanah Dukung Produktivitas Pertanian
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Pemanfaatan teknologi dalam proses pertanian, terutama dalam pendeteksian unsur hara tanah dan pupuk diharapkan mampu membantu petani dalam memantau dan menjaga kondisi lahan dalam waktu singkat dan mudah dilakukan.
Peneliti Kimia dan Kesuburan Tanah, Balai Penelitian Tanah, Ir. A. Kasno, MSi, menyebutkan, salah satu teknologi yang dikembangkan oleh Balittanah adalah Soil Sensing Kit (SSK) yang merupakan teknologi analisa tanah menggunakan sensor near infrared panjang gelombang 1.300 hingga 2.600 nano meter untuk mengukur sifat kimia dan fisik tanah, yang juga dilengkapi dengan rekomendasi pupuk.

“Keunggulan SSK ini adalah mampu menetapkan rekomendasi pupuk sesuai sifat tanah dan kebutuhan hara tanaman dengan tepat dosis, mempercepat analisis tanah serta dapat mempercepat pemetaan status hara,” kata Kasno dalam bimtek online pertanian, Senin (16/8/2021).
Keunggulan lainnya, menurut Kasno, yaitu waktu analisa yang relatif pendek, yaitu kurang dari setengah jam untuk mengukur pH, kadar C dan N organik, kadar P serta kation dapat tukar meliputi Ca, Mg, K dan Na.
“Kecepatan dan kemudahan penggunaan alat ini memungkinkan petani dapat mengetahui dengan cepat masalah yang terjadi pada tanahnya. Dan ada juga rekomendasi, sehingga petani bisa memilah cara yang dianggap paling tepat dan juga paling sesuai untuk dilakukan memperbaiki tanah,” ujarnya.
Edukasi pada para petani untuk terus melakukan pengecekan unsur hara ini bisa membantu peningkatan produktivitas pertanian.
“Apalagi di masa seperti saat ini, di mana ketersediaan kebutuhan pangan berkualitas dan organik menjadi bagian penting dalam penanganan pandemi,” ujarnya lagi.
Tak hanya Soil Sensing Kit, Kasno menyebutkan, BALITANAH juga memiliki alat pengecekan hara lainnya yang diharapkan dapat membantu produktivitas petani tanpa merusak lingkungan.
“Ada Perangkat Uji Tanah Sawah, Kering dan Rawa serta deteksi hara pupuk. Alat-alat ini digunakan dengan tahapan metode pengambilan contoh tanah, proses ekstraksi, proses pengukuran kadar hara dan penetapannya serta penetapan rekomendasi pupuk,” paparnya.
Semua alat ini, lanjutnya, dikembangkan untuk membantu petani dalam menentukan kondisi lahan yang mereka miliki.
“Tujuannya ya produktivitas dan pertanian berkelanjutan. Sehingga bisa membantu kondisi petani menjadi sejahtera tanpa merusak lahan dan lingkungan,” pungkasnya.