Pemkab Sikka Fasilitasi Bantuan bagi UKM
Editor: Makmun Hidayat
MAUMERE — Selama masa pandemi Covid-19 semenjak tahun 2020, Pemerintah Kabupaten (Pemkanb) Sikka telah memfasilitasi berbagai Usaha Kecil dan Manengah (UKM) untuk mendapatkan bantuan dalam mengembangkan usaha.
“Untuk pengembangan koperasi dan UKM, Pemerintah telah memfasilitasi 6.148 UKM penerima bantuan produktif usaha mikro,” sebut Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo dalam pidatonya di Kantor Bupati Sikka, Jalan El Tari Maumere, Selasa (17/8/2021).
Robi sapaannya menjelaskan, bantuan diberikan kepada setiap UKM di mana masing-masing UKM mendapat bantuan sebesar Rp.1,2 juta atau total keseluruhan sebanyak Rp7,37 miliar.
Dia katakan, bantuan diberikan oleh pemerintah pusat dalam rangka untuk membantu para pelaku usaha yang terkena dampak akibat adanya pandemi Covid-19.
“Kita mengharapkan agar UKM bisa bangkit dengan mendapatkan bantuan dana yang diberikan oleh pemerintah pusat ini. Dalam masa pandemi Covid-19 memang sektor ekonomi sangat terdampak,” ujarnya.
Robi menambahkan, di bidang perdagangan, dalam rangka pengembangan sarana dan prasarana distribusi perdagangan telah dilakukan pembangunan Pasar Nangablo.
Sambungnya, selain itu terkait dengan perlindungan konsumen, Pemerintah telah melakukan tera terhadap tangki ukur mobil penyuplai BBM dan pompa ukur BBM yang ada di semua SPBU,
“Kita juga telah melakukan tera terhadap 3.365 timbangan yang berada di berbagai toko, kios dan pasar yang ada di Kabupaten Sikka terutama di Kota Maumere,” ungkapnya.
Mantan Camat Nelle ini memaparkan, PDRB per kapita, yang ditargetkan pada tahun 2020 sebesar Rp15.54 juta sudah terealisasi sebesar Rp15.89 juta.
Selain itu tambahnya, inflasi yang ditargetkan pada tahun 2020 sebesar 1,67 persen terealisasi sebesar 0,70 persen dan tingkat pengangguran, pada tahun 2020 ditargetkan sebesar 7,5 persen,terealisasi sebesar 7,3 persen.
Lanjutnya, pertumbuhan ekonomi, yang ditargetkan pada tahun 2020 sebesar 5,6 persen terealisasi sebesar 5,21 persen.
“Angka kemiskinan, pada tahun 2020 ditargetkan sebesar 12,2 persen, terealisasi sebesar 13,12 persen,” paparnya.
Robi mengatakan, Indeks Kualitas Pelayanan Publik yang ditargetkan pada tahun 2020 sebesar 2,2 persen hanya terealisasi sebesar 1,60 persen.
Ia menyebutkan, nilai SAKIP Kabupaten Sikka pada tahun 2020 ditargetkan B, namun hingga saat ini masih dilakukan penilaian.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Mikor, Kecil, Manengah (UMKM) dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Sikka (AkuSikka), Sherly Irawati mengakui, dirinya tidak mengetahui adanya pelaku usaha UMKM dan Ekraf yang mendapatkan bantuan.
Sherly menyebutkan, bantuan pemerintah yang disalurkan melalui organisasi AkuSikka tidak ada namun dia tidak mengetahui kalau ada anggotanya yang mendapatkan bantuan dana bagi pelaku usaha UKM tersebut.
“Sebagai pelaku usaha kita tetap bertahan dengan melakukan berbagai terobosan bisnis maupun beralih menggarap sektor usaha lainnya.Banyak juga pegawai yang terjun menjadi wirausaha akibat dampak pandemi Corona,” ucapnya.