Indahnya Panorama Teluk Lampung dari Ketinggian Pondasian Batu Suluh

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Akhir pekan menjadi kesempatan bagi sebagian orang untuk melakukan aktivitas rekreasi. Tempat tinggi atau plato pondasian Batu Suluh di wilayah Bandar Lampung, pun menjadi salah satu pilihan.

Sebelumnya, Cendana News telah me-review spot ketinggian di Pesawaran di sekitar kota Bandar Lampung yang kaya akan spot ketinggian menarik.

Dewi Anjani, warga asal Ketapang, Panjang, mengatakan spot ketinggian itu disebut Pondasian Batu Suluh. Akses jalan sudah beraspal, bisa ditempuh hanya sekitar sepuluh menit dari Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum).

Menggunakan kendaraan roda dua setelah melewati terowongan kereta api batu bara rangkaian panjang (babaranjang), naik ke ruas jalan raya Suban. Lokasi ada di sebelah kanan dari arah Panjang.

Menurut Dewi Anjani, penyebutan pondasian Batu Suluh karena lokasi tersebut pernah didirikan sebuah bangunan. Tersisa sebagian pondasi, menjadikan lokasi itu dikenal sebagai pondasian Batu Suluh. Masuk wilayah Kelurahan Batu Suluh, Kecamatan Panjang, spot unik tersebut gratis bagi pengunjung. Kesejukan alami perbukitan ditawarkan sepanjang hari. Saat pagi, angin sepoi dari Teluk Lampung menerpa menjadi penyemangat hari.

Salah satu pengunjung spot wisata ketinggian pondasian Batu Suluh, Dewi Anjani, asal kelurahan Ketapang, Bandar Lampung menikmati suasana santai bersama rekan rekannya, Minggu (22/8/2021). -Foto: Henk Widi

“Sebagian warga saat akhir pekan jogging atau lari dari bawah ke atas untuk olahraga, sebagian sengaja ingin menikmati suasana sunyi menghindari bising kota Panjang yang merupakan pelabuhan internasional, sehingga rekreasi di pondasian Batu Suluh menjadi alternatif wisata murah meriah bersama keluarga,” terang Dewi Anjani, saat ditemui Cendana News, Minggu (22/8/2021).

Dewi Anjani mengatakan, pesona yang bisa dinikmati di pondasian Batu Suluh paling utama udara sejuk. Saat duduk di kursi kayu tepat di bawah pohon ketapang dan beringin, sapuan pandangan bisa tertuju ke arah Teluk Lampung. Ke arah kiri pandangan terlihat indah dengan arsitektur megah vihara Bhaisajaguru Grha bagi umat Budha. Ke sisi kanan, pelabuhan internasional Panjang dan gunung Betung di kejauhan.

Teluk Lampung yang dihiasi kapal-kapal kargo, kapal penumpang dan kapal nelayan, sebut Dewi Anjani, menarik diabadikan. Suasana laut, gunung berpadu dalam satu pandangan. Ia bahkan bisa memperlihatkan pada sang anak saat kereta asal Sumatra Selatan mengangkut batu bara melintas. Hiruk pikuk kendaraan terlihat seperti mainan yang lalu lalang.

“Lokasinya tenang dan nyaman untuk bersantai, bisa jadi pilihan tanpa harus mencari objek wisata kekinian yang berbayar,” ulasnya.

Pemilik warung di lokasi tersebut, Lestari, menyebut pengunjung datang dari Lampung Selatan dan Bandar Lampung. Lokasi di tepi jalan raya Suban penghubung dua wilayah kabupaten dan kotamadya tersebut, cukup strategis. Ia menyebut, pengunjung yang ingin menikmati suasana ketinggian digratiskan. Namun, sebagian memilih menikmati suasana sembari memesan kopi dan makanan ringan.

Meniikmati suasana pondasian Batu Suluh, sebut Lestari, bisa dilakukan sepanjang waktu. Lokasi yang berada di sisi perbukitan memungkinkan pengunjung menikmati matahari terbit (sunrise) dan matahari terbenam (sunset). Suasana yang nyaman kerap digunakan untuk mengabadikan pemandangan dengan kamera. Fasilitas tempat duduk dan balai-balai disediakan untuk bersantai.

“Sebagai lokasi yang tepat melihat suasana Teluk Lampung, warga bisa menikmati suasana ,bahkan hingga malam hari,” ujarnya.

Pengunjung lain yang pertama kali datang ke pondasian Batu Suluh, Stevani, juga mengakui jika spot itu cukup unik. Sebagai tempat yang masih alami, belum ada pengelolaan meski potensi wisata cukup indah. Memakai kamera, ia bisa mengabadikan momen berada di ketinggian berlatar belakang Teluk Lampung.  Datang kala pagi, sekaligus menjadi kesempatan mencari udara segar, relaksasi pikiran.

Pondasian Batu Suluh yang berada di perbukitan membuat kicauan burung masih riuh terdengar. Meski berada tepat di atas kota Panjang, Bandar Lampung, suasana hening cukup terasa. Agar lebih nyaman menikmati suasana, ia membawa makanan dan minuman.

“Kesejukan dari pepohonan besar di lokasi tersebut sekaligus jadi tempat mencari udara kaya oksigen saat pagi di akhir pekan,” katanya.

Lihat juga...