Gerakan Sejuta Koin Rakyat Bantu Pemerintah Normalisasi Kalijambe di Bekasi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Masyarakat menamakan diri Aliansi Kalijambe membuat gerakan sejuta koin rakyat bantu pemerintah untuk normalisasi Kalijambe yang melintasi wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Gerakan tersebut dimulai 16 Agustus hingga 26 September 2021.

Abdul Latip, salah satu inisiator gerakan sejuta Koin Rakyat Bantu pemerintah normalisasi Kalijambe, saat ditemui Cendana News, di Jatimulya, Bekasi, Rabu (18/8/2021). Foto: Muhammad Amin

“Gerakan sejuta koin rakyat bantu pemerintah normalisasi Kalijambe ini, atas inisiatif masyarakat terdampak Kalijambe. Dana yang terkumpul untuk ongkos normalisasi. Pada puncaknya 26 September nanti kami mengundang seluruh relawan peduli lingkungan untuk turun membersihkan Kalijambe,” tegas Abdul Latip, inisiator gerakan Sejuta Koin kepada Cendana News di Bekasi, Rabu (18/8/2021).

Dikatakan, Kalijambe selama ini menjadi penyebab banjir di beberapa wilayah. Hulunya berada di Sumur Batu Bantargebang Kota Bekasi. Sementara hilirnya berada di pertemuan pintu air Kali CBL di Desa Setiajaya Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Menurut Latif, saat ini kondisi Kalijambe sangat memprihatinkan, tidak ada kehidupan di air yang dialirkan dari hulu karena warna air hitam pekat. Ikan sapu-sapu pun tidak terlihat.

“Kalijambe membuat krosing tol KM 19, setiap hujan terjadi penumpukan sampah. Hal lainnya, sedimen lumpur di sepanjang jalur Kalijambe dari hulu sampai hilir kurang lebih mencapai 3 meter terjadi penebalan. Bahkan ada diatas sidementasi tersebut ditumbuhi pohon pisang,” tegas Latip.

Dikatakan, bantaran Kalijambe melintasi beberapa wilayah di Kota Bekasi dan Kabupaten, seperti seperti Mutiara Gading, Pondok Timur, Bumiagara Desa Lambangsari, Jatimulya Regency, Sumur Batu, Dukuh Jamrud sudah Hulunya ada di Sumur Batu dan Bantargebang.

Wilayah sangat terdampak jika hujan dan banjir adalah wilayah Kelurahan Jatimulya Kabupaten Bekasi, karena dekat dekat krosing tol. Sampah menumpuk di terowongan setiap waktu hingga membuat air meluber ke pemukiman warga hingga ketinggian dua meteran.

Gerakan 1 Juta Koin tersebut, setiap wilayah ada koordinator. Latip mengaku semua wilayah sudah setuju dan mulai bergerak untuk menarik sumbangan ke warga sekaligus melakukan sosialisasi pentingnya untuk tidak membuang sampah ke sembarangan.

“Langkah awal fokus normalisasi sepanjang 2,5 Kilometer di jalur bantaran Kalijambe dari krosing tol sampai ke mustika jaya murtiaragading,” paparnya.

Mang Oye, dari KPA Ranting Kabupaten Bekasi mengaku sudah berkoordinasi dengan penggerak yang rata-rata didominasi kalangan pemuda dari Karang Taruna di Jatimulya. Dia berharap sedimentasi diangkat bisa dijadikan DAM.

“Saat ini memang belum dihitung biaya yang diperlukan untuk normalisasi Kalijambe tersebut. Baru fokus gerakan 1 juta koin, sifatnya mengetuk perhatian pemerintah,” papar Mang Oye.

Gerakan tersebut lanjut Mang Oye, adalah bentuk kekecewaan warga yang kerap mengalami banjir akibat luapan Kalijambe. Meski berulang kali diusulkan tapi tidak ada perhatian dari pemerintah. Gerakan Donasi 1 juta itu sendiri tujuannya untuk membantu pemerintah agar melakukan normalisasi.

“Sekarang alasan pemerintah dana tidak ada, akibat Covid-19 banyak dialihkan. Rakyat melalui gerakan 1 juta koin itu berinisiatif membantu agar normalisasi Kalijambe bisa disegerakan, tidak menunggu lagi karena banjir bisa datang setiap waktu,” pungkasnya.

Lihat juga...