Garang Asem Ayam Khas Yogyakarta Kuahnya Bersantan, Enak
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Ragam kuliner Nusantara dapat ditemukan dengan mudah di Jakarta, salah satunya Garam Asem Ayam khas Jawa Tengah. Kuliner berbahan dasar daging ayam berpadu bumbu rempah berbungkus daun pisang ini beraroma asem pedas. Terasa sangat nikmat ketika disantap, dan membuat lidah penikmatnya ketagihan.
“Garam asem ayam ini diolah dengan dibungkus daun pisang, lalu dikukus memberikan aroma rasa yang khas asem pedas,” ujar Yeti, pedagang kuliner Garang Asem Ayam, kepada Cendana News di warungnya di kawasan jalan Kalisari 3, Jakarta Timur, Sabtu (21/8/2021).
Menurutnya, garam asem ayam ini merupakan kuliner Grobogan, Jawa Tengah, yang disukai masyarakat Indonesia. Dalam perkembangannya, kuliner ini juga hadir di berbagai daerah lainnya, seperti Yogyakarta dan Solo.
Meski namanya sama, yakni garang asem, tapi perbedaannya terletak pada isiannya. Di Grobogan, tampilan kuliner berbahan dasar ayam ini tanpa santan. Namun di daerah Yogyakarta, diolahnya dengan paduan kuah santan.

“Jadi, garang asem ayam masakan saya ini khas Yogyakarta, pakai santan. Kebetulan suami saya asli dari Yogyakarta, resep dia yang ngajarin. Alhamdulillah, usaha makanan ini lancar, banyak pembelinya,” ujar perempuan kelahiran Pangandaran, Jawa Barat 47 tahun, ini.
Bahan dasar untuk membuat garam asem, antara lain, daging ayam, bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah, sereh, daun salam, daun jeruk, belimbing wuluh, daun bawang, tomat hijau, dan santan.
Semua bumbu rempah itu diiris tipis, lalu dimasukkan dalam wadah berisi potongan daging ayam yang telah dicuci bersih. Kemudian aduk rata dan beri kuah santan, garam, gula dan penyedap rasa.
Selanjutnya, aduk rata lagi hingga daging ayam meresap dengan bumbu rempah. Setelah meresap, olahan garam asem ayam dibungkus daun pisang dengan disemat pakai lidi. Lalu, masukkan ke dalam kukusan dan kukus selama 1 jam dengan api kecil.
“Tanda asam garam ini matang, saat bungkus daunnya dibuka daging ayamnya menjadi empuk. Aroma wanginya juga sangat kental tercium,” ujarnya.
Garam asam ayam ini, menurutnya biasa disajikan sebagai lauk pauk yang disantap dengan nasi putih. Untuk harga, satu bungkus asam garam ayam dibadrol Rp20.000.
Yati merasa bersyukur, kuliner khas Jawa Tengah buatannya ini banyak disukai warga Jakarta. Bahkan, kerap kebanjiran pesanan untuk berbagai acara, seperti arisan keluarga.
“Alhamdulillah, pelanggan banyak, di masa perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) juga tetap lancar usaha saya ini,” ucap Yati.
Atika (35), salah satu penikmat garam asem ayam mengaku kuliner ini menjadi santapan yang sangat disukai keluarganya. Tak heran, dia sering membelinya masakan ini di warung Yati.
“Sensasi asam pedasnya menggugah selera makan, disantap hangat dengan nasi putih bikin makan nambah,” ujar Atika, kepada Cendana News.
Demikian juga dengan Sarti (52), yang mengaku membeli kuliner ini untuk disantap bersama suaminya di rumah.
“Suami saya suka banget garam asem ayam ini, apalagi saat bulan Ramadan, jadi menu utama santapan buka puasa bersama anak dan cucu,” ungkapnya.