Curug Kebayuan Cilandak, Wisata Religi di Desa Terpencil Sukamakmur
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
BOGOR — Dikenal sebagai tempat wisata religi, Curug Kebayuan Cilandak di Kampung Tegal, Desa Sukaresmi Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi pilihan baru untuk dikunjungi, karena memiliki panorama alam perkampungan yang indah.
Curug Kebayuan Cilandak lokasinya berada di antara perbukitan wilayah perbatasan Jonggol dengan Sukamakmur, selama ini kerap didatangi orang dari berbagai daerah hanya untuk mandi di dua pancoran area Curug Cilandak yang dipercaya peninggalan sejarah masa Padjajaran.
Lokasi tersebut tengah dikembangkan oleh Yayasan Bogor Sunda Sejati untuk dijadikan tempat wisata baru di perbatasan Jonggol dan Sukamakmur. Hal itu adalah salah satu bentuk menjaga jejak sejarah, agar menjadi lokasi wisata baru.
“Lokasi Curug Kebayuan Cilandak selama ini, kerap didatangi orang dari berbagai daerah, bahkan ada yang sengaja dari Brebes untuk mandi di Curug Cilandak ini,” kata Edi, pemilik lahan juga pengurus Yayasan Bogor Sunda Sejati, kepada Cendana News, Minggu (8/8/2021).
Dikatakan bahwa selama ini lokasi Curug Cilandak di Kampung Tegal, dipercaya warga sebagai salah satu peninggalan sejarah dari Raden Kian Santang. Istilah lainnya kerap disebut Kebayuan dalam legenda Sunda atau Kabayan yang memiliki makna sungai peninggalan sejarah kerajaan Padjajaran.
Menurut Edi, selama ini, pada hari tertentu seperti Senin dan jumat kerap di datangi orang dari berbagai tempat, hanya untuk mandi di pancoran. Namun itu adalah kepercayaan yang kebenarannya kembali ke mereka.
“Menyambut HUT RI ke-76 ini, kami dari Yayasan Bogor Sunda Sejati, akan menggelar upacara ala Kerajaan Padjajaran, sekaligus menggelar ritual adat untuk doa tolak bala, bersama dengan harapan agar pandemi Covid-19 segera berlalu dari Indonesia,” papar Edi.

Lebih lanjut dikatakan konsep ritual adat untuk menggelar doa untuk negeri di hari HUT RI ke-76. Kemudian akan dilanjutkan ritual adat pada 21 Agutus masih giat tradisi doa bersama menyambut datangnya musim hujan yang akan berlangsung tak lama lagi. Persiapan akan dilaksanakan selama dua hari, mulai 16-17 Agustus 2021.
Firman yang juga salah satu pengurus Yayasan mengakui, saat ini pembuatan lokasi wisata Baru di Kampung Tegal masih tahap pengerjaan. Selama ini jelasnya, perbaikan lokasi itu agar lebih layak masih terkendala dengan pandemi covid-19 hingga sedikit tersendat.
“Meski berbagai fasilitas yang dibangun belum maksimal. Tapi, setiap akhir pekan sudah banyak pengunjung, baik dari daerah Jonggol atau Bekasi sendiri. Saat ini masih gratis karena belum jadi,” ujarnya.
Ramainya pengunjung jelasnya kemungkinan karena lokasi wisata komersil dengan berbagai konsep ditutup selama PPKM. Tapi Curug Cilandak, tetap buka karena belum dikelola maksimal masih seperti alam begitu saja. Terutama di akhir pekan seperti sekarang, banyak disinggahi para goweser.