Budi Daya Tanaman Hijau Penuhi Kebutuhan Pakan Ternak

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Penyediaan pakan bagi ternak ruminansia memiliki nilai penting dalam rangkaian peternakan. Sehingga, pilihan budi daya tanaman hijau bahan baku pakan ternak dianggap sebagai solusi atas kepastian ketersediaan pakan utama ternak berkualitas bagi para peternak. 

Peneliti Agrostologi Balai Penelitian Ternak (BALITNAK), Dr. Achmad Fanindi, S.Pt., M.Si., menjelaskan pakan ternak adalah bahan makanan tunggal atau campuran, baik diolah ataupun tidak, yang diberikan langsung kepada hewan untuk kelangsungan hidup, berproduksi dan berkembang biak.

“Pakan ternak ruminansia ini merupakan komponen biaya produksi tertinggi dalam suatu usaha peternakan. Karena itu, pakan ternak harus harus berkualitas, disukai ternak, mudah dicerna dan memiliki kecukupan gizi bagi ternak. Dan untuk memastikan pemenuhan syarat pakan ternak ini, para peternak sebaiknya melakukan budi daya tanaman hijau bahan baku pakan ternak,” kata Achmad, dalam bimtek online, yang diikuti Cendana News, Senin (9/8/2021).

Beberapa bahan yang biasa digunakan untuk pakan ternak ruminansia adalah rumput dan leguminosa sebagai pakan utama. Ada juga yang disebut pakan penguat, seperti bungkil kedelai, jagung atau ampas tahu dan hasil sampingan pertanian, seperti jerami yang berasal dari padi atau kacang tanah, pucuk tebu maupun bungkil sawit.

Peneliti Agrostologi Balai Penelitian Ternak (BALITNAK), Dr. Achmad Fanindi, S.Pt., M.Si., menjelaskan budi daya tanaman hijau bahan baku pakan ternak, dalam bimtek online Balitnak, Senin (9/8/2021). –Foto: Ranny Supusepa

“Untuk memastikan kecukupan pasokan pakan utama, para peternak bisa melakukan budi daya mandiri agar tak perlu khawatir dalam penyediannya dan memastikan produktivitas ternak,” ucapnya.

Agar penanaman tanaman hijau bahan baku pakan ternak ini berhasil, ia menyebutkan perlakuan peternak pada tanaman pakan ini haruslah berlaku seperti tanaman penting lainnya.

“Jangan berpikir itu hanya rumput. Ngapain nanam rumput. Harus ditanamkan pada tiap-tiap peternak, yang hanya rumput ini berkaitan dengan produktivitas ternaknya,” ucapnya lagi.

Achmad menegaskan, budi daya tanaman hijau sebagai pakan utama ternak harus lah memperhatikan beberapa aspek.

“Harus diperhatikan sarana dan prasarananya. Lokasinya seperti apa, sehingga bisa tentukan jenis tanaman hijau apa yang cocok, kondisi lahan apakah perlu diperbaiki atau bisa langsung diolah, ketersediaan airnya, akses jalan untuk nanti membawa hasil panen, bangunan sekitar dan alat untuk mengolahnya nanti,” urainya.

Setelah itu, baru dilakukan pengolahan lahan, pemupukan dan penyemaian benih.

“Untuk benih, bisa didapatkan di Balitnak. Atau kalau ingin melakukan penyemaian sendiri, juga bisa. Kami dari Balitnak akan menjelaskan cara-caranya. Sehingga peternak bisa memiliki tanaman hijau yang baik untuk bahan baku pakan, yang tentunya sesuai dengan daerah dan lahan yang dimilikinya,” kata Achmad.

Ia juga menjelaskan, untuk mendapatkan hasil optimal, selain bergantung pada lahan dan benih, yang penting adalah pemilihan waktu tanam dan perawatan.

“Sebaiknya dilakukan pencatatan penanaman. Agar memudahkan untuk penentuan jadwal pemeliharaan, penyulaman hingga pemanenan. Cara menanamnya pun harus mengikuti cara penanaman yang baik agar tanaman hijau ini bisa tumbuh dan banyak sesuai dengan keinginan peternak,” urainya.

Ia mengingatkan, walaupun tanaman hijau bahan baku pakan ternak ini dikenal sebagai tanaman yang tahan pada lahan  kering, tapi di awal masa pertumbuhan harus tetap mendapatkan air yang cukup.

“Dan lakukan penyiangan rumput lain selain rumput yang kita inginkan. Jadi, selain rumput yang kita inginkan, ya artinya gulma harus dibersihkan. Kalau sudah berjalan, ya artinya harus juga melakukan penyulaman dan dalam jangka waktu panjang dilakukan peremajaan,” urainya.

Setelah tiga bulan, Acmad menyebutkan tanaman hijau bahan baku pakan ternak ini sudah bisa dipanen.

“Dalam waktu tiga bulan pertama ini, baru rumput atau legum bisa dipanen. Beberapa legum yang masuk golongan pohon, baru bisa dipanen pertama pada umur 6 bulan. Tapi untuk selanjutnya bisa mengikuti musim yang ada, biasanya 45 hari untuk rumput dan 1,5 bulan untuk legum pohon,” urainya lagi.

Tanaman hijau yang baru dipanen ini dapat langsung diberikan pada ternak setelah dilayukan, untuk meningkatkan palatabilitas ternak.

“Jika hasilnya banyak, bisa disimpan di tempat yang tidak lembap dan melakukan sistem pengawetan silase atau hay. Agar kualitas pakan ternak tetap terjaga,” tandasnya.

Lihat juga...