Wisata Goa Kreo Masih Ditutup, Pemberian Pakan Kera Tetap Dilakukan
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
SEMARANG — Keberadaan puluhan kera ekor panjang masih menjadi daya tarik utama, bagi wisatawan yang mengunjungi obyek wisata Goa Kreo Semarang. Bahkan atraksi pemberian pakan menjadi yang selalu ditunggu-tunggu pengunjung.

Saat waktu makan tiba, puluhan kera tersebut akan berkumpul dan berebut makanan, berupa jagung pipil atau potongan ubi ketela pohon, yang disebarkan oleh petugas. Tidak hanya itu, pengunjung juga berkesempatan ikut memberikan pakan kepada para kera yang ada.
Namun saat ini, atraksi tersebut tidak bisa disaksikan karena obyek wisata yang terletak di kawasan Kandri Gunungpati Semarang tersebut, hingga hari ini masih ditutup sementara.
“Goa Kreo menjadi salah satu obyek wisata di Kota Semarang yang ditutup sementara, sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, pada 22 Juni 2021 lalu. Penutupan kembali berlanjut, seiring kebijakan PPKM darurat pada 3 Juli 2021 lalu hingga sekarang,” papar Kepala UPTD Goa Kreo, Mamit Sumitra saat dihubungi di Semarang, Minggu (25/7/2021).
Meski tutup dan tidak bisa disaksikan oleh pengunjung, Mamit memastikan puluhan kera yang ada di obyek wisata tersebut, tetap diberi pakan seperti hari-hari sebelumnya.
“Pemberian pakan tetap dilakukan, sehari dua kali pada pagi dan sore hari. Berupa ketela atau jagung pipil, yang kita selang seling. Misal pagi ini jagung, sorenya ketela, di hari berikutnya pada pagi hari diberi ketela, dan jagung di sore harinya,” lanjutnya.
Dipaparkan, selain menjaga kelestarian atau kehidupan kera yang ada, pemberian pakan ini juga untuk mencegah kera-kera tersebut turun ke pemukiman atau ladang warga.
“Secara umum, kera-kera yang ada di Goa Kreo ini, termasuk satwa liar, sehingga jika tidak beri pakan, karena jumlahnya juga banyak, kita khawatirkan bisa turun ke pemukiman warga. Meski saat ini terkadang ada 1-2 yang turun, namun masih bisa ditolerir oleh warga,” terangnya.
Hal berbeda terjadi pada tahun lalu, saat gerombolan kera menyerbu ladang dan pemukiman warga untuk mencari makan. Hal tersebut karena wisata Goa Kreo ditutup dalam waktu cukup lama akibat pandemi covid-19, namun di satu sisi, anggaran untuk pakan belum dilakukan penyesuaian.
Di satu sisi, Mamit pun berharap angka covid-19 di Kota Semarang bisa terus turun, sehingga kebijakan PPKM yang saat ini diterapkan bisa dilonggarkan.
“Dengan adanya pelonggaraan PPKM, harapannya, tentu obyek wisata bisa beroperasi kembali. Selama ini, dalam operasionalnya kita selalu disiplin dalam penerapan protokol kesehatan bagi para pengunjung. Mereka wajib memakai masker dan menjaga jarak, selain itu juga ada petugas yang berpatroli untuk mengingatkan wisatawan,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari, saat dihubungi, Minggu (25/7/2021), menjelaskan sesuai dengan kebijakan PPKM, saat ini seluruh obyek wisata di Kota Semarang masih ditutup, baik wisata indoor seperti wahana permainan ataupun wisata outdoor.
“Terkait pembukaan kembali obyek wisata di Kota Semarang, tentu akan kita lihat perkembangan di lapangan seperti apa. Sebab salah satu pertimbangan pemberlakuan PPKM ini, kan untuk menekan angka covid-19, termasuk di Kota Semarang,” terangnya.
Pihaknya pun menegaskan keputusan untuk pembukaan kembali obyek wisata di Kota Semarang, menjadi kewenangan kepala daerah, dalam hal ini Wali Kota Semarang. “Mudah-mudahan, bisa segera beroperasi kembali,” tandasnya.
Di sisi yang lain, dirinya terus mendorong pengelola obyek wisata di Kota Semarang, untuk mempersiapkan diri dalam penguatan penerapan protokol kesehatan, sehingga jika sewaktu-waktu dibuka kembali, mereka sudah siap dan dapat menerima kunjungan wisatawan.