Anugerah Desa Wisata Upaya Bangkitkan Sektor Pariwisata di Tengah Pandemi
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
PURWOKERTO — Selama pandemi Covid-19, sektor pariwisata merupakan salah satu yang paling terdampak, mengingat larangan beroperasi yang diberlakukan cukup lama dan berulang kali. Untuk membangkitkan kembali dan memberikan semangat kepada para pengelola, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar anugerah desa wisata Indonesia 2021.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani mengatakan, ajang tersebut upaya untuk membangkitkan kembali sektor yang sudah lama terpuruk akibat pandemi Covid-19.
“Kemarin sudah dilakukan pengarahan secara virtual langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, intinya melalui ajang ini, diharapkan para pengelola kembali bersemangat untuk melakukan terobosan-terobosan guna meningkatkan kunjungan,” katanya, Minggu (25/7/2021).
Lebih lanjut Asis menjelaskan, ajang tersebut juga dalam rangka mendorong dan memberikan stimulus terhadap desa wisata supaya menjadi destinasi yang berkuliatas. Sehingga keberadaannya bisa memberikan multiplier effect secara luas untuk perkembangan pariwisata, termasuk juga dalam mengangkat perekonomian warga sekitar.
Anugerah desa wisata Indonesia 2021 ini mengambil tema ‘Indonesia Bangkit’ dan rangkaian kegiatan serta penilaiannya dimulai sejak 30 April lalu hingga tanggal 7 Desember mendatang. Terkait hal tersebut, Dinporabudpar Kabupaten Banyumas sudah menyampaikan kepada para pengelola desa wisata untuk mulai melakukan pembenahan dan peningkatan pelayanan serta melakukan promosi secara lebih kreatif.
Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Wakhyono mengatakan untuk mengikuti , perizinan terkait desa wisata minimal harus sudah tuntas, termasuk perizinan keberadaan home stay.
“Kita terus mendorong dan melakukan pendampingan terkait proses perizinan home stay yang dikelola desa-desa wisata. Dari 15 desa wisata yang ada, sebanyak 13 desa di antaranya sudah dilakukan pendampingan dan izin home stay sudah turun,” jelasnya.
Wakhyono menegaskan, perizinan resmi home stay sangat diperlukan, supaya pengelolaan home stay lebih profesional. Sehingga, selain melakukan pendampingan dalam kepengurusan izin, Dinporabudpar Banyumas juga melakukan pelatihan pengelolaan home stay.
Saat ini dari 13 desa wisata yang sudah dilakukan pendampingan, total izin yang turun sudah mencakup 82 home stay. Untuk tiap desa, home stay yang dikelola bervariatif, ada yang hanya 5 rumah, ada juga yang sampai di atas 20 rumah.