Warga Badegan Ponorogo Songsong Hari Esok Lebih Baik
Jurnalis: Koko Triarko
PONOROGO — Masyarakat desa Badegan di kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, tampak lebih optimis seiring dengan diluncurkannya Bukit Soeharto sebagai objek wisata alam. Hal demikian karena adanya dampak positif ekonomi yang mulai dirasakan, meskipun masih dalam tahap awal pengembangan.
Saat ini, pengelola objek wisata Bukit Soeharto tengah menggali berbagai potensi usaha kecil yang dapat mendukung pengembangan wisata alam Bukit Soeharto, dan meningkatkan perekonomian warga sekitar.
“Selama ini kita belum punya produk unggulan untuk mengisi peluang ekonomi objek wisata Bukit Soeharto. Karena itu, kita akan menggali berbagai kemungkinan yang bisa memunculkan produk unggulan itu,” kata Wahyu Kuncoro, pengelola objek wisata Bukit Soeharto, usai kunjungan jajaran pimpinan Yayasan Damandiri di objek wisata tersebut, Jumat kemarin.
Wahyu Kuncoro menjelaskan, pengembangan objek wisata Bukit Soeharto masih sangat awal. Masyarakat pun masih terhitung baru dalam pengelolaan dan pemanfaatan. Karena itu, pihaknya sangat mengharapkan terus adanya dukungan dan pendampingan dari Yayasan Damandiri.
Sama halnya dengan desa binaan Yayasan Damandiri di daerah lain, upaya pemberdayaan berbasis desa di Badegan juga dijalankan oleh koperasi, yang sejak didirikan jumlah anggotanya terus bertambah.
Menurut Wahyu Kuncoro, saat ini jumlah anggota Koperasi Unit Desa Jaya Mandiri Sejahtera ada sekitar 500 orang. Adapun program pemberdayaan, selain sektor pariwisata juga ada pertanian dengan membentuk kelompok tani porang.
“Juga ada program pinjaman modal usaha ‘Modal Kita’, yang hingga sekarang sudah tersalurkan kepada tujuh kelompok, dengan kisaran dana mencapai Rp300 juta,” kata Wahyu Kuncoro.

Bukit Soeharto resmi dibuka sebagai objek wisata sejak Desember 2020. Dengan luas lahan mencapai enam hektare, ke depan diharapkan objek wisata ini mampu mendongkrak perekonomian warga sekitar secara signifikan.
Wahyu Kuncoro mengatakan, ke depan pengembangan akan dilakukan dengan membangun wahana permainan dan kolam air hangat, water boom dan sebagainya. Dengan berbagai pembatasan akibat pandemi Covid-19, objek wisata Bukit Soeharto pada hari-hari libur akhir pekan bisa menarik pengunjung hingga seribu orang.
“Sementara warga yang memanfaatkan potensi ekonomi dengan berdagang di kawasan objek wisata ini ada sekitar 80-an orang. Semuanya warga desa sini, sehingga kami berharap dan optimis upaya peningkatan ekonomi bisa tercapai,” pungkas Wahyu Kuncoro.