Sup Ayam Angkak, Sajian Lezat Berbumbu Herbal yang Menyehatkan

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Salah satu menu lezat dan menyehatkan yang kerap menjadi pilihan saat musim pancaroba di Lampung Selatan adalah sup ayam angkak.

Stevani, warga Kelurahan-Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung, menyebut ayam angkak kerap disebut ayam herbal. Sebagai menu akhir pekan, ia mengolah ayam angkak untuk menjaga stamina keluarga.

“Sup ayam angkak dikenal dengan sup ayam merah, karena warna khasnya,” terang Stevani saat ditemui Cendana News, Sabtu (26/6/2021).

Menurut Stevani, proses pengolahan kuliner yang merupakan warisan keluarga di Bangka secara turun temurun ini cukup mudah. Bahan bumbu herbal berupa jahe, bawang merah, angkak halus, arak putih, buah gozibery, garam, lada, minyak wijen jadi penentu rasa.

Stevani bilang, olahan sup ayam angkak dipilih dari jenis ayam kampung. Sebagai menu kesehatan, ayam kampung lebih sehat karena dipemelihara tradisional. Setelah ayam dipotong, ia membaginya menjadi dua belas bagian. Setelah itu, daging ayam direbus hingga matang, dicuci dengan air bersih, lalu air air rebusan ayam dibuang. Kemudian, direbus kembali dalam panci hingga mendidih.

Stevani, warga Kelurahan-Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung, saat memasak sup ayam angkak, Sabtu (26/6/2021). -Foto: Henk Widi

“Setelah mendidih, ambil bumbu jahe, bawang putih yang dimemarkan sehingga masih terlihat utuh untuk dicampurkan dalam daging ayam yang direbus dalam panci, masukkan buah gozibery, garam, minyak wijen dan bubuk angkak, lalu tutup panci agar ayam matang dan empuk,” terang Stevani.

Stevani menyebut, sebutan sup ayam angkak tidak lepas dari bubuk angkak. Bubuk angkak merupakan pengolahan fermentasi beras merah yang merupakan pengawet dan perwarna makanan alami menyehatkan. Beras merah untuk angkak telah dibuat menjadi kering, sebagai salah satu bumbu pembuatan sup angkak. Warna dominan merah diperoleh dari bubuk angkak.

Pemasakan sup ayam angkak, sebut Stevani memakai panci khusus dengan api sedang. Selama setengah jam, sup ayam angkak yang dibuat akan mengeluarkan aroma khas. Proses pemasakan yang sempurna menghasilkan aroma herbal sup ayam angkak. Bumbu jahe, lada, bawang putih, goziberry dan pewarna alami bubuk angkak menjadikan olahan tersebut juga dikenal ayam herbal.

“Jika suka dengan rasa manis arak, bisa dituangkan arak untuk cita rasa yang lebih khas penambah selera,” ulasnya.

Setelah matang, sup ayam angkak bisa didiamkan tanpa dibuka tutup pancinya. Tujuannya agar aroma dan uap berbagai jenis bumbu tercampur merata. Sajian sup ayam angkak makin lengkap dengan tambahan sambal tomat. Sayuran segar dari sawi dan tahu goreng akan menyempurnakan sup ayam angkak.

“Saat pergantian musim dengan daya tahan tubuh menurun, sup ayam angkak bumbu rempah bisa menjadi penambah kebugaran tubuh,” katanya.

Agar sajian sup ayam angkak berkhasiat sempurna, menurut Stevani menu ayam angkak harus segera dihabiskan. Sebab, sup yang dibuat dari berbagai bumbu herbal tersebut memiliki khasiat saat disajikan hangat. Sebagai tips menyajikan sup ayam angkak yang selalu segar, ia memakai pemasak berlapis batu (stoneware slow cooker). Tujuannya agar ia bisa mengolah ayam angkak lebih cepat.

“Bahan daging ayam utuh yang dibersihkan disimpan di freezer, setiap akan menikmati ayam angkak langsung diolah,” ulasnya.

Olahan sup ayam angkak disukai oleh Christeva, sang anak. Menurutnya, aroma khas sup ayam angkak atau ayam merah cukup menggugah selera. Sup ayam angkak dengan warna merah yang khas nikmat disantap dengan nasi hangat. Sebagai makanan herbal, kuah sup cukup menghangatkan dengan cita rasa jahe yang khas.

“Saat pagi, menu ayam angkak menggugah selera makan, menghangatkan dan menyehatkan,” ulasnya.

Sementrara itu Herdian, pedagang ayam kampung di Pasar Kangkung, Teluk Betung, menyebut permintaan ayam kampung meningkat. Ia menyebut, ayam kampung dijual seharga Rp75.000 hingga Rp100.000 per ekor.

“Ayam kampung menjadi pilihan warga yang akan membuat kuliner sehat. Saya memberi makan ayam kampung hanya dengan dedak dan pakan alami, sehingga kerap dipakai sebagai kuliner ayam angkak,” pungkasnya.

Lihat juga...