Radio Komunitas di Bekasi Masih Eksis Putar Lagu Lawas

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Beragam platform pemutar musik digital meliputi siaran audio langsung atau pun berupa podcast, menjadi tren sejak pandemi Covid-19. Namun, semua itu ternyata tidak menggerogoti pamor radio komunitas yang memutar tembang lawas era 1960-1990an.

Adalah Bang Kosil, pemilik Radio Komunitas Gema Swara Irma FM, sejak lima tahun lalu masih setia memutarkan tembang lawas dengan bahasa Betawi Bekasi. Ia memposisikan diri sebagai radio hiburan untuk orang tua tanpa iklan dari produk tertentu.

“Radio Komunitas begini di Bekasi masih eksis, muter lagu kenangan dangdut lawas pendengar setianya mereka yang sudah sepuh. Masih banyak, lho pendengarnya,” ungkap Kosil, pemilik Radio Gema Swara Irma saat ditemui Censana News di studio sederhananya wilayah Jatimekar, Minggu (20/6/2021).

Tetap bertahan dan eksis di tengah banyaknya platform digital saat ini bukan hal mudah. Tapi bagi Kosil, yang belajar membuat siaran radio secara otodidak tersebut, radio sudah menjadi hobi sejak dulu. Jadi, meskipun dalam keadaan apapun tetap harus eksis.

Menurutnya, untuk biaya radio komunitas yang dipegang dilakukan secara mandiri. Terkadang ada pendengar setia yang ‘nyawer’ untuk membantu biaya listrik atau membeli kouta internet.

“Patunganlah, para  donatur yang memberi biaya operasional listrik, internet, para donatur  itu waktu siaran disebut,” papar Kosil, yang mengelola radio seorang sendiri.

Tidak ada iklan, dalam mengelola radio tersebut. Kosil tegas mengatakan hanya bantuan dari orang tua sebagai pendengar setia. Mereka setia setiap malam mendengar tembang kenangan, dan  selama ini Kosil mengaku hanya mencari frekuensi yang kosong saja.

“Memang harusnya beli, tapi di Bekasi mentok perizinan. Sudah mencoba mengajukan ke Bandung memang tidak ada celah. Jadi, ya biarin saja ini hanya sekadar hobi, menghibur orang tua dan cara mempertahankan budaya, karena siaran pakai bahasa Betawi,” jelas Kosil.

Dulu, Kosil adalah penggemar Orari, layar tancap. Hobi bidang elektronik itu membuatnya pernah bekerja di studio milik artis Vincent di Jakarta, sebagai broadcast.

“Saya lama ikut Vincen, merawat studio yang isinya alat band miliknya. Tapi, sekarang mandiri. Mungkin karena umur tidak bisa bolak-balik lagi,” tandasnya, yang menekuni radio sejak 2015.

Gema Swara Irma khusus lagu lama sistem nonstop, tanpa iklan dari produk apapun. Paling diselingi ikan jual ikan punya warga sekitar studio, karena radio tidak indah tanpa iklan sama sekali, itu pun nilainya minim banget.

Orang tua sebagai pendengar utama bisa menikmati kenangan manis dengan radio untuk menikmati lagu lawas masa lalu yang masih melekat di hati para pendengar setianya. Saat ini, pendengar juga bisa mendengar melalui aplikasi khusus streaming radio dari semua daerah di Indonesia.

Lihat juga...