Mewarnai Tote Bag Kanvas Cara Isi Waktu Edukatif Bagi Anak

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Aktivitas bersama anak dengan kegiatan edukatif dilakukan oleh sebagian orangtua. Rekreatif, edukatif menjadi waktu positif bagi anak, seperti di Taman Gajah di Jalan Sriwijaya, Enggal, lokasi untuk mengajak anak bermain sekaligus isi dengan aktivitas mewarnai totebag kanvas.

Ariana, salah satu warga di Bandar Lampung menyebutkan, kegiatan edukatif mewarnai tote bag atau hand bag coloring bisa dipilih. Sejumlah penyedia wahana mewarnai memiliki sejumlah gambar karakter kartun, bunga, hewan unik dan pemandangan. Permainan tersebut bisa dibeli dengan harga Rp15.000.

Kegiatan mewarnai tote bag kanvas sebutnya merangsang anaknya bernama Joakim untuk memilih warna. Pada karakter hewan zebra warna putih dan hitam bisa digunakan. Selain itu sejumlah warna hijau, kuning dan merah bisa digunakan untuk mewarnai bunga dan taman.

“Selain melahirkan kreativitas, hasil karya yang merupakan karya sendiri akan melahirkan kepercayaan diri,” terang Ariana saat ditemui Cendana News, Kamis sore (17/6/2021).

Ia menyebut semangat Do It Yourself (DIY) dengan kegiatan mewarnai penting bagi anak. Lokasi bermain yang nyaman di bawah pepohonan juga dilengkapi wahana permainan lain.

Riani, salah satu orangtua asal Tanjungkarang yang mengajak dua anaknya mengaku memilih totebag kanvas untuk diwarnai. Kegiatan menghabiskan waktu sore menjadi cara untuk mengisi waktu berkualitas (quality time).

“Area yang nyaman untuk anak, hasil mewarnai dengan tas kanvas bisa dipakai untuk kantong buku,”ulasnya.

Hasan, penyedia wahana edukatif mewarnai tas kanvas atau totebag mengaku menyediakan puluhan meja lipat dan kursi. Orangtua bisa mengajak serta anak anak untuk mewarnai sejumlah gambar dengan berbagai karakter.

Melukis totenag kanvas dan slim pasir jadi kesempatan mengedukasi anak bagi Riani (kanan) yang mengajak dua anaknya di Taman Gajah, Enggal, Bandar Lampung, Kamis sore (17/6/2021). Foto: Henk Widi

Selain tas kanvas yang bisa diwarnai ia juga menyediakan wahana edukasi berupa slim, pasir mainan. Wahana edukasi itu disediakan untuk anak anak yang diajak orangtua bermain.

Selain kegiatan permainan edukatif, sejumlah relawan literasi kerap membawa buku bacaan untuk anak anak. Lestari, salah satu mahasiswa perguruan tinggi di Bandar Lampung menyebut kerap menggelar buku.

Membawa buku bacaan bergambar di Taman Gajah jadi cara membudayakan kegemaran membaca. Kegiatan perpustakaan berpindah sebutnya jadi cara untuk menggencarkan budaya literasi.

Berbagai buku bacaan sebutnya merupakan hasil donasi dari pegiat literasi. Ia mengaku orangtua tetap bisa mengawasi anak saat membaca buku sembari bermain dengan wahana edukatif.

Lihat juga...