Kupas Kerang Hijau, Edukasi Menyenangkan Isi Waktu Luang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Kegiatan bermain isi waktu luang jadi hal menyenangkan bagi anak anak. Bermain sembari membantu orangtua mengupas kerang hijau usai kegiatan belajar dalam jaringan (daring) dilakukan Refa bersama kawan sebaya.

Ia menyebut mengupas kerang hijau mudah dilakukan. Memakai pisau ia memisahkan daging kerang hijau dari cangkang. Edukasi menyenangkan ini bisa bernilai banyak hal, misalnya melatih kemandirian anak dan membantu orang tua.

Lokasi pengupasan kerang sebut Refa berada di dekat pantai yang merupakan area bermain bagi anak anak. Anak laki laki yang duduk di bangku sekolah kelas 7 itu menyebut mengupas kerang tetap jadi kegiatan menyenangkan.

Ia bisa bercengkerama sembari menyelesaikan pengupasan kerang. Sebanyak 200 hingga 500 kilogram kerang hijau yang dikupas menurutnya bisa dikupas oleh puluhan orang wanita dan anak anak.

Sekitar belasan anak anak sebut Refa kerap membantu orangtua. Sebagian memilih mengumpulkan hasil kerang hijau yang dikupas bersama dua hingga empat orang anak. Upah yang diberikan untuk per kilogram kerang hijau sebesar Rp5.000.

Jika dua orang bisa mendapat empat kilogram maka uang yang diperoleh sebanyak Rp20.000 dibagi dua. Sebagian disatukan dengan daging kerang hijau kupas milik orangtua.

“Tempat mengupas kerang berada di bawah pohon ketapang yang rimbun, kalau lelah bisa bermain ayunan bekas jaring nelayan. Jadi bisa membantu orangtua mengupas kerang sekaligus mengumpulkan uang jajan dari upah mengupas kerang,” terang Refa saat ditemui Cendana News, Kamis (17/6/2021).

Refa juga mengaku mengupas kerang bukan menjadi pekerjaan. Aktivitas itu jadi pengisi waktu bersama teman sebaya dibanding hanya bermain gim online.

Kecekatan tangan memegang pisau untuk memisahkan daging kerang dengan cangkang menghasilkan uang. Sekali membantu proses pengupasan kerang hijau, ia mengaku bisa mendapat Rp10.000 hingga Rp20.000. Uang tersebut ditabung untuk jajan dan membeli peralatan sekolah.

Mariana, salah satu ibu yang mengupas kerang hijau mengaku anak anak kerap membantu pekerjannya. Kegiatan anak yang melakukan pengupasan kerang hijau justru menguntungkan.

Sebab anak anak bermain di sekitar orangtua bekerja. Ia bisa mengawasi sang anak yang bermain sembari mengupas kerang hijau. Anak anak juga bisa bersosialisasi dengan rekan sebaya tanpa terdampak gawai.

“Anak anak sekarang jika hanya di rumah saja kerap hanya bermain gawai, namun ketika diajak ke pantai ada kesibukan mengupas kerang,” ulasnya.

Teddy, salah satu anak yang orangtuanya menjadi pembudidaya kerang hijau membantu tanpa paksaan. Pekerjaan ringan yang dilakukan sebutnya dengan menjaga perahu pengangkut kerang hijau.

Teddy, salah satu anak membantu orangtua memanen kerang hijau sebagai pengisi waktu bermain sekaligus mendapat penghasilan di Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Kamis (17/6/2021) – Foto: Henk Widi

Sesampainya di tepi pantai kerang hijau yang diangkut memakai keranjang dibawa ke lokasi perebusan. Membantu orangtua dalam usaha kerang hijau sebutnya lebih memiliki banyak waktu semenjak sekolah tatap muka ditiadakan.

Teddy menyebut meski membantu orangtua, ia tetap mendapat uang jajan. Sehari ia bisa mendapat uang jajan Rp30.000 dari membantu memanen kerang hijau.

Selain mengangkat kerang hijau yang dipanen, ia memiliki tugas mencari kayu bakar, mengaduk kerang hijau yang direbus. Proses perebusan memakai wajan berukuran besar kerap bisa merebus 20 hingga 30 kilogram kerang hijau.

Andra, pembudidaya kerang hijau menyebut kegiatan anak anak membantu orangtua jadi pemandangan biasa. Membantu proses pemanenan, perebusan hingga pengupasan kerang hijau jadi cara anak belajar.

Sebab proses budidaya hingga menghasilkan uang butuh proses panjang. Sebelum dijual dalam bentuk daging butuh proses panjang. Anak anak bisa membantu pekerjaan orangtua sembari bermain.

Sehari diperoleh daging kerang hijau kupas hingga 100 hingga 200 kilogram yang akan dijual ke pengepul seharga Rp30.000. Pada level pengecer daging kerang hijau kupas sebutnya bisa dijual seharga Rp40.000 per kilogram.

Hasil budidaya kerang hijau sebutnya bisa dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan harian, sebagian untuk biaya pendidikan anak. Sebagian orangtua bahkan bisa menguliahkan anak dari budidaya kerang hijau.

Lihat juga...