Kiat Pegiat Literasi di Lamsel Menambah Koleksi Buku

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Dihentikannya program Free Cargo Literacy (FCL) atau pengiriman buku bebas bea oleh PT Pos Indonesia sejak 2019 ikut berdampak bagi pegiat literasi. Ardi Yanto, pegiat literasi Motor Perahu Pustaka di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, memilih menempuh sejumlah cara menambah koleksi buku.

Semangat menularkan budaya membaca buku sebutnya tetap ditularkan pada anak anak pesisir. Ardi Yanto yang memiliki pekerjaan utama sebagai pembuat stempel, plat nomor kendaraan itu menyisihkan uang hasil kerja. Uang tabungan yang disisihkan sebutnya bisa digunakan membeli buku sebagian buku bekas di Banten.

Sebelumnya ia mengaku kerap mendapat kiriman buku melalui program FCL kerja sama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan PT Pos Indonesia. Program yang dimulai sejak tahun 2017 itu berhenti imbas biaya yang tinggi.

Semenjak program pengiriman buku bebas bea, Ardi Yanto mengaku berjuang menambah koleksi buku. Bantuan buku dari Forum Literasi Lampung (FLL) dengan sejumlah buku menjadi tambahan ratusan koleksi buku. Ia mengaku anak-anak usia sekolah kerap menyukai jenis buku bergambar. Sebab jenis buku tersebut jadi alternatif terutama bagi anak yang belum bisa membaca.

“Sejumlah cara saya lakukan untuk mendapat tambahan buku karena anak-anak kerap bosan dengan koleksi buku yang saya miliki, menambah buku bekas bergambar tetap saya lakukan dengan menyisihkan uang hasil pekerjaan karena tidak selamanya pegiat literasi mengandalkan donasi dari pihak lain,” terang Ardi Yanto saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (17/6/2021).

Kendala yang dihadapi pegiat literasi sebut Ardi Yanto terkait mahalnya bea pengiriman buku. Sebab sebelumnya pegiat literasi bisa saling bertukar buku dengan beban bea pengiriman dihapus untuk berat kurang dari 10 kilogram. Semenjak program pengiriman buku bebas bea itu banyak donatur dan pegiat literasi urung mengirim buku. Bertemu langsung dalam forum literasi jadi cara untuk bertukar buku.

Sejumlah taman bacaan, rumah baca dan pegiat literasi bergerak menurut Ardi Yanto memutar otak. Ia bahkan menyebut harus ikut sayembara membuat konten video Youtube untuk mendapat buku. Hasilnya salah satu sayembara membuat video kegiatan literasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, ia bisa menjadi salah nominator pemenang.

“Hasilnya hadiah berupa buku bergambar sehingga menambah koleksi buku untuk saya bawa keliling ke wilayah pesisir,” terang Ardi Yanto.

Ardi Yanto bilang ia masih bisa membawa buku bergambar hasil hadiah sayembara. Membawa motor pustaka bantuan dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) ia menebar buku bagi anak anak di pesisir Kecamatan Rajabasa dan Bakauheni. Buku bantuan Kemkominfo sebutnya berupa buku tentang Dinosaurus, Antariksa, Dunia Mikro dan Tubuh Manusia. Buku bergambar itu sangat disukai anak anak.

Buku bacaan bermutu sebut Ardi Yanto kerap dijual dengan harga yang mahal. Ia mengaku kerap mencari sejumlah buku pada platform penjualan buku online. Namun imbas harga yang mahal ia mengurungkan niat. Salah satu cara mendapatkan tambahan buku ia mengaku mengumpulkan barang bekas. Barang bekas yang masih bisa dijual berupa kardus, plastik hasil uang penjualan digunakan membeli buku.

“Buku bacaan bergambar yang harganya terjangkau namun belum pernah dibaca anak anak dengan isi edukatif,” paparnya.

Koleksi buku yang dimiliki sebut Ardi Yanto hingga Juni 2021 mencapai 1000 eksemplar buku. Namun ia menyebut ia harus melalukan sortasi buku yang sebagian hasil dari donasi pegiat literasi lain dan pihak yang peduli literasi. Buku tentang keagamaan, buku tentang kesehatan dan berbagai buku dongeng jadi koleksinya. Bagi anak anak di pedesaan ia menyebut masih akan menambah buku bergambar.

Rehan, salah satu anak di pesisir Desa Batu Balak, Kecamatan Rajabasa menyebut senang membaca buku bergambar. Buku yang dibawa oleh pegiat literasi dengan motor sebutnya bisa menjadi alternatif pengisi waktu luang. Meski kegiatan belajar di sekolah tatap muka belum dilakukan ia bisa mendapatkan buku bacaan yang dipinjamkan. Ia juga mendapat masker usai membaca buku bersama rekan sebaya.

Lihat juga...