Ini Manfaat Tanaman Dewandaru untuk Kesehatan Tubuh
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
SEMARANG – Nama pohon dewandaru, bagi masyarakat Jawa, sudah tidak asing lagi. Tanaman bernama latin eugenia uniflora ini, kerap muncul dalam kisah pewayangan hingga cerita mitos yang berkembang.
Apalagi jika berkunjung ke Pulau Karimunjawa Jepara Jateng, cerita keampuhan kayu dewandaru, stigi dan kalimasada, akan mudah ditemukan sebagai kayu bertuah.
Terlepas dari mitos atau kepercayaan tersebut, pohon dewandaru rupanya memang memiliki khasiat bagi kesehatan tubuh. Tidak hanya dari buah, namun juga daun pohon tersebut.
“Buah dewandaru, yang kalau dilihat secara sepintas seperti cermai namun berwarna merah, mengandung banyak vitamin dan nutrisi seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin C, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B1, B2, dan B3. Manfaat buah dewandaru pun cukup banyak, terutama untuk kesehatan tubuh,” papar Kaprodi Teknologi Pangan, Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Fafa Nurdyansyah, M.Sc, saat ditemui di kampus tersebut, Jumat (25/6/2021).

Dipaparkan dengan kandungan vitamin C dan A, yang tinggi, buah dewandaru bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
“Kandungan vitamin A dan vitamin C yang merupakan antioksidan, mampu untuk melawan infeksi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Apalagi kondisi masih pandemi seperti sekarang ini, imunitas tubuh sangat penting, agar terhindar dari berbagai risiko penyakit akibat bakteri dan virus,” tandasnya.
Tidak hanya buah, daun dewandaru pun bermanfaat untuk kesehatan tubuh. “Dari penelitian yang sudah banyak dilakukan, daun dewandaru kerap dijadikan obat herbal, seperti untuk anti tipes, obat diare, hingga untuk menurunkan hipertensi,” terangnya.
Dipaparkan, dari berbagai ekstrak yang sudah dilakukan, dalam daun dewandaru terkandung senyawa flavonoid, yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.
Fafa menuturkan selama ini, selain sudah ada yang memproduksi dalam bentuk ekstrak berupa kapsul atau pil herbal, masih banyak masyarakat yang memanfaatkan daun dewandaru secara manual.
“Caranya sederhana, ambil daun dewandaru yang sudah tua, kemudian direbus dengan air tiga gelas. Tunggu hingga air berkurang, hingga menjadi kurang lebih satu gelas, untuk dua kali minum dalam sehari,” terangnya.
Di satu sisi, sebagai alternatif obat herbal, layaknya jamu, pemanfaatan tanaman dewandaru tersebut lebih diutamakan untuk pencegahan.
“Jadi kalau obat itu, diminum saat kita sakit, sementara kalau herbal bisa diminum meski kondisi kita sehat. Jadi ini lebih untuk pencegahan, preventif agar kondisi tubuh tetap sehat dan bugar,” tandasnya.
Hal senada juga disampaikan Saut Simanjuntak. Warga Gunungpati Semarang ini mengaku, kerap mengonsumsi buah dewandaru, sebagai alternatif untuk meningkatkan imun tubuh.
“Dari buku yang saya baca, tentang tanaman herbal, buah dewandaru ini memiliki kandungan vitamin C, yang tidak kalah dengan buah jeruk, yang diperlukan untuk meningkatkan imun tubuh. Jadi saya sering mengonsumsi buah dewandaru,” terangnya.
Di satu sisi, diakuinya pohon dewandaru tidak mudah ditemukan karena termasuk tanaman langka, namun beruntung di sekitar wilayah tempat kerjanya, ada beberapa pohon dewandaru yang ditanam.
“Jadi selain buat penghijauan, buah dan daun dewandaru, juga bisa saya manfaatkan untuk alternatif obat herbal,” pungkasnya.