DKK : Pasien Covid-19 Anak di Semarang Masih Relatif Rendah

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Kepala DKK Semarang, Abdul Hakam saat dihubungi di Semarang, Jumat (25/6/2021). Foto Arixc Ardana

SEMARANG — Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, meminta masyarakat untuk tidak panik, terkait lonjakan Covid-19. Termasuk peningkatan pasien Covid-19 pada anak.

“Ya, berbeda dengan kota-kota lainnya, saat ini angka untuk pasien covid-19 pada anak di Kota Semarang, masih relatif rendah. Angkanya sekitar 5 persen, dengan gejala ringan dan sedang. Mereka berusia 5-17 tahun,” papar Kepala DKK Semarang, Abdul Hakam saat dihubungi di Semarang, Jumat (25/6/2021).

Melihat kondisi tersebut, pihaknya meminta agar masyarakat tidak panik, namun tetap waspada. “Caranya bagaimana ya tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan bertanggung jawab. Termasuk pada saat di rumah, sebab penularan covid-19 pada anak tersebut, rata-rata berasal dari klaster keluarga,” terangnya.

Disampaikan klaster keluarga ini perlu diwaspadai, sebab jika satu orang kena, bisa jadi seluruh anggota keluarga tersebut juga terpapar.

“Tingginya angka klaster keluarga ini, juga menjadi penyebab melonjaknya jumlah pasien covid-19 di Kota Semarang. Per hari ini (Jumat-red) ada lebih dari 2.000 kasus, ini yang dirawat, belum mereka yang menjalani isolasi mandiri atau isolasi terpusat,” tambahnya.

Meski angka bed occupancy ratio (BOR) atau angka penggunaan tempat tidur untuk perawatan pasien naik, namun pihaknya juga terus menambah ketersediaan, sehingga diharapkan bisa mencukupi.

“Per hari, ada 2.400 tempat tidur, untuk tempat isolasi bagi mereka yang terpapar covid-19. Kemarin (Kamis-red) masih 2.300, namun hari ini sudah ada penambahan tempat isolasi di Miracle Marina Semarang, sebanyak 100 tempat tidur, yang langsung difungsikan,” terangnya.

Pihaknya juga terus mempercepat proses vaksinasi, tidak hanya bagi lansia dan pra lansia, namun juga masyarakat 18+, yang berada di wilayah rentan atau memiliki angka covid-19 tinggi.

“Termasuk kita gelar vaksinasi terpusat, selain di rumah sakit, puskesmas dan fasilitas kesehatan, juga di sejumlah titik, seperti di Sam Poo Kong, Kecamatan Pedurungan, Poltekkes Kemenkes hingga UIN Walisongo Semarang. Minggu depan ini juga kita buka lagi di Udinus, Unika Soegijapranata, hingga Unissula Semarang,” tambahnya.

Termasuk juga mengoptimalkan pelaksanaan vaksinasi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama(FKTP) baik untuk pasien BPJS kesehatan maupun masyarakat umum.

“Kalau misalnya sehari bisa satu vail atau 10 dosis, berarti ada 10 orang yang bisa divaksin. Ini yang sudah kita sampaikan ke BPJS Kesehatan untuk bisa ditindaklanjuti, dalam rangka mempercepat pelaksanaan vaksinasi covid-19 bagi masyarakat,” tandas Hakam.

Pihaknya juga mendorong pelaksanaan isolasi mandiri bagi masyarakat yang terpapar covid-19 dengan gejala ringan dan sedang, dalam upaya untuk menekan tingginya angka BOR.

Terpisah, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi juga menegaskan, pihaknya berharap masyarakat untuk tidak panik dengan peningkatan angka covid-19.

“Sikapi ini dengan penerapan protokol kesehatan secara disiplin dan bertanggung jawab. Segera ikuti vaksinasi covid-19 yang sudah kita laksanakan, apalagi sekarang ini, ditujukan untuk masyarakat umum. Penerapan protokol kesehatan yang baik ditambah dengan imunisasi covid-19, menjadi langkah bersama dalam mencegah penyebaran covid-19,” pungkasnya.

Lihat juga...