Darurat Covid-19, Sejumlah Wilayah di Bekasi Lakukan PPKM Mikro

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Kasus Covid-19 di wilayah Kota Bekasi terus menanjak, sejumlah wilayah melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Sementara di rumah sakit umum daerah Chasbullah Abdul Madjid, terjadi pembludakan pasien hingga mengular ke halaman sambil menunggu untuk di rawat.

Saat ini selain melakukan penambahan tempat tidur, pihak rumah sakit juga sudah meminta penambahan tenda darurat milik BPBD Kota Bekasi. Kondisi terus menanjaknya paparan corona  dan terparah dua minggu terakhir.

Komplek Margahayu, Bekasi Timur, RW14 melakukan penguncian mandiri dengan menutup akses masuk bagi warga dari luar.

“Kami lockdown secara mandiri, hasil kesepakatan bersama melibatkan seluruh RT di wilayah RW14, komplek Margahayu,”ujar Riki, pihak keamanan di wilayah komplek Margahayu, Bekasi Timur, Jumat (25/6/2021).

Dikatakan, di wilayah RW 14 ada 20-an warga terkonfirmasi. Tapi empat telah dinyatakan sembuh, dan dua dirawat di rumah sakit. Sisanya melakukan isolasi mandiri, untuk kebutuhan selama menjalani isolasi dibantu oleh warga di lingkungan.

Menurut Riki, upaya Lockdown yang dilakukan hanya bentuk kepanikan warga saja. Sehingga rapat bersama memutuskan untuk mengunci semua pintu di lingkungan komplek di jalan beringin komplek Margahayu. Penguncian hanya di lingkungan pintu menuju komplek.

Kepala RSUD CAM Kota Bekasi, dr. Kusnanto mengatakan, puluhan tenaga medis disiagakan di tenda yang menampung pasien covid, namun jumlahnya tidak memadai. RSUD juga bekerjasama dengan rumah sakit swasta untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pasien.

Riki, keamanan di Komplek Margahayu, ditemui Cendana News, Jumat (25/6/2021), mengakui lokasi tersebut melakukan penguncian mandiri akibat puluhan warganya terkonfirmasi Covid-19. Foto: Muhammad Amin

Ada empat rumah sakit tipe D yang menjadi rumah sakit rujukan serta beberapa rumah sakit lain. Sedangkan ketersediaan oksigen di RSUD Kota Bekasi sendiri dikatakan Kunanto masih mencukupi untuk pasien Covid-19 yang ada.

Kepala dinas Perkimtan Kota Bekasi, Jumhana Lutfi saat dikonfirmasi mengakui terjadi ada lonjakan signifikan di lokasi pemakaman Pedurenan yang bisa mencapai 30 orang setiap harinya.

Hal tersebut membuat penambahan jumlah tenaga penggali kubur saat ini total mencapai 50 orang. Sebelumnya hanya ada 30 orang, tapi mereka kelelahan.

“Lahan Pemakaman, juga akan ditambah lagi, karena sekarang kian menyusut,” jelasnya.

Lihat juga...