Bakar Kalori Susuri Perbukitan, Alternatif Jaga Kesegaran Tubuh

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Kegiatan olahraga menyurusi perbukitan jadi salah satu alternatif latihan fisik di luar ruangan.

Sahbana, salah satu warga Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan menyebut perjalanan menyusuri perbukitan bisa dipilih dengan tujuan menikmati keindahan, udara segar dan untuk membakar kalori agar tercapai  kebugaran fisik. Sekaligus melatih kekuatan otot.

Melakukan olahraga trekking dilakukan Sahbana warga Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan menikmati istirahat di Bukit Pematang Malang, Jumat (18/6/2021) – Foto: Henk Widi

Trekking sebutnya dipersiapkan dengan alas kaki yang tepat menyesuaikan jalur yang dilintasi. Trekking diakui Sahbana membangun sejumlah komponen kebugaran fisik terutama jantung, peredaran darah dan kekuatan otot kaki.

Kegiatan trekking sebutnya cocok dilakukan pagi hari saat udara masih bersih, sejuk dan sinar matahari masih menyehatkan kulit.

Olahraga trekking diakuinya bisa dikombinasikan dengan tujuan rekreasi. Stamina yang cukup dibutuhkan saat melakukan olahraga alam bebas tersebut. Trekking sebutnya jadi alternatif usai sepekan melakukan kegiatan pekerjaan.

Sebagai persiapan awal melenturkan kaki, mengatur pernapasan dilakukan untuk menyesuaikan jarak yang ditempuh.

“Olahraga trekking di perbukitan Kelawi sangat mendukung karena memiliki sejumlah medan beraspal, jalan rigid beton, tanah berbatu dengan kontur datar hingga tingkat kecuraman yang berbeda sehingga efektif untuk membakar kalori dalam tubuh,” terang Sahbana saat ditemui Cendana News, Jumat (18/6/2021).

Sahbana menyebut trekking cukup baik untuk membangun otot. Agar melatih kelenturan dan ketahanan otot dilakukan dengan squat dan bersepeda.

Ia mengaku memilih trekking di jalur yang masih dipenuhi dengan pepohonan agar bisa mendapat asupan oksigen yang melimpah. Usai bekerja selama beberapa hari dengan polusi ia bisa menikmati udara segar yang bersih.

Jalur yang dilalui selama olahraga trekking sebut Sahbana menyesuaikan kemampuan. Destinasi akhir sebutnya merupakan salah satu spot wisata yang menarik.

Pemandangan sepanjang trekking sebutnya menjadi kesempatan untuk menyehatkan mata. Ia bahkan kerap tidak membawa gawai untuk mengistirahatkan visual mata setelah sepekan bekerja.

Trekking juga jadi kesempatan olahraga mata melihat pemandangan yang segar dan hijau agar meminimalisir radiasi mata oleh layar gawai, komputer,” paparnya.

Hendrik, salah satu penyuka hobi mountenering atau pendakian gunung menyebut trekking lebih mudah. Inklinasi atau tingkat kecuraman rute yang dilalui lebih datar dibandingkan gunung.

Menyusuri jalan perbukitan yang lebih ringan sebutnya sekaligus jadi latihan olahraga yang lebih berat saat mendaki gunung. Kekuatan persendian, otot tubuh terlatih saat melakukan trekking.

“Teknik olahraga trekking juga harus dikuasai dengan cara tidak menekuk kaki saat istirahat mencegah varises atau pelipatan otot kaki,” ulasnya.

Hendrik mengaku menyediakan minuman air mineral yang cukup. Pemanasan tetap perlu dilakukan untuk melemaskan otot agar tidak cedera dalam perjalanan.

Ia juga menyebut beban yang dibawa saat olahraga trekking dominan hanya minuman dan makanan ringan. Sejumlah obat untuk pertolongan pertama dan pereda nyeri otot dilakukan dengan minyak anti-pegal linu.

Olahraga trekking perbukitan untuk membakar kalori diperlukan alas kaki yang mendukung. Stevani, salah satu penyuka trekking menyebut memilih sepatu bergerigi pada bagian bawah.

Selain alas kaki yang tepat ia juga membawa tongkat untuk menahan beban selama trekking. Pilihan lokasi trekking dengan tujuan pemandangan menarik sebutnya jadi pilihan.

“Di wilayah Pesawaran ada bukit perkemahan yang memiliki udara sejuk dengan tujuan akhir air terjun, menyegarkan,” ulasnya.

Trekking diakui Stevani efektif membakar kalori, lemak dalam tubuhnya. Kegiatan itu jadi pilihan untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus melatih otot kaki.

Jarak, waktu tempuh hingga jalur yang dipilih kerap telah ditentukan olehnya. Ia juga menyebut pemakaian aplikasi pencatat jalan kaki sekaligus mencatat detak jantung, bisa dimanfaatkan dari smartphone.

Langkah kaki selama trekking yang tercatat memudahkannya mengecek kondisi kebugaran tubuh.

Lihat juga...