Kacang Hijau di Sikka Tidak Terdampak Badai Siklon Tropis Seroja

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Hasil produksi kacang hijau petani di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) terutama di salah satu sentra produksi di Kecamatan Kangae tidak terdampak badai Siklon Tropis Seroja, yang mengakibatkan banyak tanaman pertanian lainnya mengalami penurunan produksi.

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Swadaya,Balai penyuluh Pertanian Kecamatan Kangae, Dinas Pertanian, Kabupaten Sikka, NTT, Ignatius Iking saat ditemui di rumahnya di Desa Langir, Senin (10/5/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Hampir semua produksi kacang hijau di Kecamatan Kangae tidak terdampak Badai Siklon Tropis Seroja,” sebut Ignatius Iking, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Swadaya Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, NTT, saat ditemui di Desa Langir, Senin (10/5/2021).

Iking sapaannya menyebutkan, meskipun saat terjadi Badai Siklon Tropis Seroja awal April 2021, rata-rata umur kacang hijau milik petani sudah sebulan dan ada yang lebih.

Ia sebutkan, rata-rata petani di Kecamatan Kangae serta hampir semua wilayah di Kabupaten Sikka menanam kacang hijau setiap musim tanamnya pada Februari dan Maret.

“Petani juga beruntung sebab setelah Badai Siklon Tropis Seroja, hujan pun tidak turun sehingga kacang hijau yang sudah berbunga dan ada yang sudah berbuah tidak terkena dampak. Bila curah hujan tetap tinggi maka kacang hijau pasti produksinya berkurang,” terangnya.

Iking menjelaskan, apabila selama seminggu setelah Badai Seroja terjadi hujan selama mimimal seminggu, maka dampaknya bunga kacang hijau akan gugur dan kacang hijaunya akan merambat.

Disebutkannya, saat ini di wilayah Kecamatan Kangae para petani ada yang sudah mulai panen dan biasanya panen berlangsung sebanyak dua hingga tiga kali untuk sekali tanam.

“Saat ini para petani sudah mulai panen kacang hijau dan biasanya panen pertama 80 persen dan sisanya panen kedua atau ketiga.Bisa saja tunggu semua kacangnya matang baru dipanen tetapi kulit kacang hijai bisa terbuka dan buahnya akan jatuh ke tanah,” ungkapnya.

Untuk itu sambung Iking, pihaknya meminta agar para petani segera panen mengingat cuaca juga tidak menentu dan berpotensi terjadi hujan dan angin kencang.

Sementara itu petani kacang hijau di Desa Kecamatan Kangae, Koleta Peta saat ditemui di kebunnya menyebutkan, tahun ini petani lebih banyak menanam jenis kacang hijau lokal dibandingkan bantuan pemerintah.

Koleta mengakui, selain banyak petani tidak mendapatkan bantuan benih kacang hijau dari pemerintah, kacang hijau yang diterima kelompok tani pun banyak yang tidak tumbuh saat ditanam.

“Petani lebih banyak menanam kacang hijau lokal yang rata-rata berumur 3 bulan sudah bisa panen. Saya menanam kacang hijau di akhir Februari dan minggu depan sudah mulai panen pertama,” jelasnya.

Lihat juga...