Pertanian Hidroponik Kian Digemari, ini Langkah Agar Berhasil
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
SEMARANG — Bagi masyarakat perkotaan yang ingin bercocok tanam tapi tidak memiliki lahan yang cukup, metode hidroponik menjadi salah satu opsi yang bisa dicoba. Kegiatan berkebun tanaman hidroponik ini dilakukan tanpa menggunakan tanah, melainkan air yang sudah diberi nutrisi yang penting untuk pertumbuhan.
Di satu sisi, ada sejumlah faktor yang perlu diperhatikan, agar pertanian hidroponik dapat berhasil. Termasuk asupan nutrisi yang diperlukan supaya tanaman dapat tumbuh dengan subur.
“Pada prinsipnya, meski tidak menggunakan tanah sebagai media tumbuh, namun tanaman tetap membutuhkan mineral dan nutrisi. Dalam hidroponik, kebutuhan pertumbuhan tanaman seperti mineral dan nutrisi dapat diganti menggunakan pupuk cair AB Mix,” papar Koordinator petugas Agrowisata Purwosari, sekaligus instruktur pertanian hidroponik, Agus Prasetyo saat dihubungi di Semarang, Senin (10/5/2021).
AB Mix merupakan campuran antara pupuk A dan pupuk B. Pupuk A mengandung unsur kalium, sedangkan pupuk B mengandung sulfat dan fosfat. Ketiga unsur ini diperlukan dalam pertumbuhan, untuk merangsang munculnya daun dan buah hingga memperkuat akar serta bunga.
“Namun dalam penggunaannya tidak boleh dicampur terlalu pekat agar tidak menimbulkan endapan. Ini penting sebab akar tanaman dalam metode hidroponik, hanya dapat menyerap nutrisi yang benar-benar telah terlarut dalam air,” terangnya.
Agar lebih maksimal, budidaya hidroponik sebaiknya juga harus terlindung dari hama. Caranya dengan menempatkan dalam ruangan khusus, seperti green house, atau bangunan berparanet.
“Jika tidak ada, bisa ditaruh di teras atau ruang terbuka lainnya, namun harus dijaga. Selain bisa menggunakan pestisida baik kimia atau alami, juga bisa memanfaatkan tanaman refugia, untuk mengalihkan perhatian hama, khususnya serangga seperti kupu-kupu dan lainnya ,” tambahnya.
Perlu juga diperhatikan dalam proses pembibitan, mulai dari pemilihan benih, penyemaian hingga pindah media tanam ke metode hidroponik.
Beberapa jenis tanaman yang relatif mudah untuk dikembangkan menggunakan teknik hidroponik adalah antara lain kangkung, sawi, selada, pakcoy, seledri, pagoda, bayam merah, bayam hijau dan lainnya.
Hal senada juga disampaikan fasilitator pelatihan hidroponik, sekaligus penggagas Sekolah Berkebun Ceria (SBC) Semarang, Wahyu Aditya.
“Secara umum, hidroponik dimaknai dengan metode penanaman atau budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah, namun memakai air yang mengandung campuran hara,” paparnya.
Ada sejumlah keunggulan dari metode tersebut. Selain relatif lebih mudah perawatannya, karena hanya perlu memantau kadar kepekatan nutrisi (ppm), tingkat keasaman atau kebasaan (pH), serta air pada instalasi, juga bersih dari kotoran.
Namun kelemahannya, tidak semua tanaman bisa ditanam dengan metode hidroponik. Disarankan hanya untuk sayuran, bunga, herbal. umbi-umbian dan tanaman pangan, hingga tanaman buah berkambium kecil.
“Perlu diperhatikan, karena ini tidak menggunakan tanah, maka seluruh kebutuhan tanaman tergantung pada kandungan nutrisi pada air. Untuk itu, pemantauan kadar kepekatan nutrisi menjadi penting,” jelasnya.
Tidak hanya itu, proses pembenihan dalam hidroponik juga perlu diperhatikan. Dijelaskan, ada beberapa teknik yang bisa dicoba, agar penyemaian berhasil atau cepat keluar tunas.
“Langkah awal, yang bisa dicoba, dengan merendam benih dengan air hangat. Kira-kira selama 5-6 jam. Tujuannya untuk memecah dormansi benih, yakni keadaan berupa kulit biji yang keras dan kedap air, sehingga menjadi penghalang mekanis masuknya air atau gas,” terangnya.
Selain itu, bisa juga direndam dengan air bawang merah. Hal ini karena bawang merah mengandung zat pengatur tumbuh, yang berguna agar benih cepat sprout. Caranya pun mudah, masukkan potongan bawang merah kedalam air hangat, kemudian benih yang akan disemai direndam terlebih dulu selama 1-3 jam. Langkah selanjutnya, tempatkan benih tersebut di tempat gelap.
“Tujuannya agar cepat tumbuh. Setelah pecah benih, baru diletakkan di tempat teduh,” paparnya.
Wahyu menjelaskan, untuk menghasilkan tunas yang bagus, juga diperlukan benih yang berkualitas. Mutu benih ini juga berpengaruh pada cepat atau tidaknya sprout (pecah benih).
“Untuk memilih biji yang bagus, bisa dilakukan dengan cara merendam dengan air bersih. Benih yang bagus akan tenggelam, namun sebaliknya, jika tidak bagus, benih tersebut akan mengapung. Tandanya kosong,” terangnya lagi.
Ditandaskan, proses pemindahan bibit ke media tanam hidroponik, harus menunggu hingga memiliki daun sempurna, minimal 4 helai. “Ini agar bibit tidak mudah mati, saat dipindahkan,”pungkasnya.