Jelang Lebaran Pelabuhan dan Jalan Tol Sumatera, Lengang
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Pemberlakuan kebijakan pelarangan mudik berimbas pelabuhan Bakauheni dan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) lengang. Meski dilakukan pelarangan mudik, pelayanan pelabuhan penyeberangan dari Sumatera tujuan Jawa terlihat masih normal.
Susanto, pengemudi kendaraan pengangkut ternak kambing menyebut ia masih bisa menyeberang. Warga Lampung Tengah itu menyebut ia masih bisa menyeberang karena masuk kategori kendaraan pengangkut logistik.

Meski tidak wajib membawa surat bebas Covid-19 ia menyebut menerapkan protokol kesehatan. Kebijakan kendaraan logistik masih bisa menyeberang menurutnya membantu pelaku usaha. Sebab permintaan kambing jelang hari raya meningkat.
Susanto yang melintas melalui Jalan Tol Trans Sumatera menyebut arus lalu lintas lengang. Jalan bebas hambatan yang kerap ramai saat arus mudik didominasi kendaraan barang.
Setelah melakukan pelaporan ke kantor karantina pertanian, tiket kapal dibeli online oleh pengurus. Membawa barang logistik membuat ia tidak mendapat pemeriksaan surat bebas Covid-19.
“Dua pekan terakhir pengiriman kebutuhan pokok tidak ada penyekatan yang penting membawa surat pengiriman dari daerah asal dan tujuan, meski demikian pengemudi dan kernet tetap wajib memakai masker, membawa hand sanitizer dan mematuhi protokol kesehatan saat berada di atas kapal,” ungkap Susanto saat ditemui Cendana News, Selasa (11/5/2021).
Susanto menyebut sebelumnya kerap ada pemudik yang ingin menumpang. Modus atau alasan menjadi kernet kerap dilakukan penumpang yang akan menyeberang ke Jawa.
Namun karena pengetatan oleh petugas ia tidak bisa melayani pemudik. Risiko kendaraan dikandangkan atau diamankan petugas sebutnya diminimalisir dengan hanya mengirim kambing.
Boby Hernando, salah satu warga Bandar Lampung menyebut ia tetap menyeberang ke Banten. Meski ada pelarangan mudik bagi kendaraan pribadi, pejalan kaki ia mengaku mengikuti aturan yang berlaku.
Memiliki istri yang akan melahirkan diprediksi sehari sebelum lebaran ia memilih menyeberang. Sejumlah dokumen yang dibawa cukup lengkap terutama surat bebas Covid-19.
Sejumlah surat yang dibawa sebutnya berupa test antigen bebas Covid-19, surat izin perjalanan dari kelurahan asal, surat bukti dari bidan tempat sang istri.
Semua surat yang telah distempel tersebut lalu diserahkan ke pos check point pelabuhan Bakauheni. Semua surat diverifikasi lalu distempel untuk melanjutkan perjalanan.
“Saat pembelian tiket kendaraan secara online semua surat juga harus disertakan karena perjalanan saya masuk kategori darurat,” terang Boby Hernando.
Ia menyebut telah melewati dua check point sebelum menyeberang dengan kapal. Pemeriksaan pertama berada di gerbang tol Kotabaru, Bandar Lampung oleh satgas Covid-19. Sesampainya di pelabuhan Bakauheni pemeriksaan dilakukan.
Ia mengaku sebetulnya tidak akan pulang namun karena istri hendak melahirkan pekerjaan terpaksa ditinggalkan.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, ia mengaku akses JTTS cukup lengang. Hanya sejumlah kendaraan melintas di jalan tol didominasi kendaraan barang.
Ia mengaku saat kembali ke Lampung usai lebaran ia juga harus membawa surat bebas Covid-19. Tidak dibukanya layanan travel, tiket pejalan kaki membuat ia memilih membawa kendaraan pribadi.
Pelaksanaan kebijakan larangan mudik berimbas pada lengangnya pelabuhan Bakauheni. AKP Ferdiansyah, kepala Kepolisian Sektor Pelabuhan (KSKP) Bakauheni menyebut pelayanan kapal masih normal.
Namun ia menyebut penyeberangan mengacu pada prosedur Peraturan Menteri Perhubungan No 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Mudik Lebaran dan Adendum Satgas Covid-19.
Pengguna jasa meski dalam kondisi darurat wajib membawa surat pemeriksaan negatif Covi-19. Batas waktu surat rapid test, PCR dan antigen diberi batas waktu 24 jam.
Sejumlah kendaraan pribadi yang tidak membawa serta surat yang ditentukan sebutnya akan diputar balik. Pendekatan humanis, tegas dilakukan untuk mencegah warga mudik dari Sumatera ke Jawa.
Pelayanan di pelabuhan Bakauheni sebut Saifilulail Maslul, Humas PT ASDP Bakauheni berjalan normal. Sebanyak belasan kapal dari total 28 kapal tetap dioperasikan. Pelayanan sebutnya diprioritaskan bagi kendaraan logistik, BBM, ekspedisi dan kebutuhan darurat.
Sebagai dukungan melarang mudik pelayanan tiket online pejalan kaki ditutup. Aplikasi pembelian tiket melalui Ferizy sebutnya tidak dibuka hingga kebijakan pelarangan mudik dicabut.