Pokdarwis Aglonema dan Warga Berjuang Tata Ulang Keindahan Pantai Kabarti

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Objek wisata bahari di tepi pantai jadi alternatif untuk dikunjungi saat akhir pekan. Mendekati bulan suci Ramadan tradisi ngelop, belangiran atau pembersihan diri kerap dilakukan di pantai.

Teddy, ketua paguyuban pamong Kampung Baru Tiga (Kabarti) menyebut pantai semula bersih, berpasir putih dan mengalami puncak kondisi bersih saat musim kemarau. Sebab saat kemarau tidak mendapat kiriman dari aliran sungai Tombi dan sungai Way Bakau.

Potensi yang bisa dinikmati di Kabarti sebut Teddy berupa pasir putih, rerimbunan pohon waru laut, ketapang. Meski sempat tertutup sampah, warga tetap bisa menikmati suasana pantai. Pagar pembatas antara kilang milik PT Pertamina dan pantai Kabarti menjadi lokasi melihat Teluk Lampung.

“Perjuangan warga sekitar pantai, anggota Pokdarwis membersihkan sampah kerap terkendala cepatnya laju penambahan sampah oleh arus sungai, gelombang laut sehingga menunggu saat kondisi cuaca membaik untuk membersihkan, warga masih bisa menikmati suasana meski hanya di bagian daratan tanpa harus mandi,” terang Teddy saat ditemui Cendana News, Minggu (11/4/2021).

Upaya mengelola, menata pantai Kabarti sebut Teddy telah maksimal. Namun faktor alam kerap tidak bisa dilawan terutama kala musim gelombang pasang. Fasilitas penambah keindahan berupa giant letter atau tulisan besar Pantai Kabarti Panjang Utara roboh imbas gelombang pasang. Sejumlah fasilitas saung, tempat duduk di bawah rerimbunan pohon tetap bisa dimanfaatkan.

Teddy, ketua Paguyuban Pamong Kelurahan Panjang Utara sekaligus anggota Pokdarwis Aglonema Panjang Utara di pantai Kabarti yang terimbas sampah imbas gelombang pasang, Minggu (11/4/2021). Foto: Henk Widi

Nurpal, warga sekitar menyebut satu dasawarsa sebelumnya pantai memiliki kondisi yang bersih. Pasir yang bersih dengan pemandangan laut Teluk Lampung jadi magnet bagi warga saat akhir pekan. Namun imbas warga pada bagian hulu sungai yang membuang sampah berimbas pantai kotor.

Pembersihan sebutnya rutin dilakukan oleh warga dan Pokdarwis Aglonema. Berbagai jenis sampah tersebut kerap bisa kembali bersih oleh gelombang pasang. Meski belum bersih maksimal, pantai Kabarti tetap jadi lokasi favorit bagi warga saat akhir pekan.

“Terbatasnya kondisi pantai Kabarti tidak menyurutkan niat warga dan Pokdarwis untuk mempercantik kembali pantai”terang Nurpal.

Niken, salah satu anggota Pokdarwis Aglonema menyebut sempat putus asa akan kondisi pantai Kabarti. Namun optimisme untuk mengelola itu dilakukan dengan pembersihan secara rutin. Normalnya pantai itu memiliki pasir putih yang bisa digunakan untuk bermain. Saat akhir pekan warga bahkan menggunakan waktu menikmati senja.

Sampah di pantai Kabarti sebut Niken tetap bisa diatasi. Saat kondisi cuaca membaik pembersihan bisa dilakukan maksimal. Meski dalam kondisi terbatas, panta tetap banyak digunakan warga. Terlebih menjelang puasa Ramadan. Area berpasir di bawah rerimbunan pohon dengan tempat duduk jadi tempat nyaman.

Niken menyebut upaya mempercantik kembali pantai Kabarti terus dilakukan. Bekerjasama dengan bengkel ecobrick, sampah dikelola dengan baik. Namun terbatasnya anggota membuat upaya pembersihan pantai lambat. Pembersihan secara bertahap dilakukan warga, pengurus Pokdarwis Aglonema, bengkel ecobrick untuk menata keindahan pantai Kabarti.

Lihat juga...