Ketua MPR Dorong Pembangunan Homestay di Mandalika
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
JAKARTA — Pemerintah daerah harus terus memberikan pelatihan hospitality agar masyarakat yang menyediakan homestay bisa memberikan pelayanan prima terhadap para turis yang datang. Dari mulai standar kebersihan yang setaraf hotel, hingga ketersediaan fasilitas wifi, listrik, dan makanan.
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mendorong agar pengembangan homestay di Lombok dimasifkan, khususnya di sepanjang jalan Bandara Internasional Lombok (BIL) menuju Pantai Kuta di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Selain membantu pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, juga untuk memanjakan para wisatawan yang datang ke Lombok.
“Ketersediaan kamar hotel bintang dan non bintang di NTB sekitar 8.340 kamar, sehingga perlu dikembangkan homestay berbasis pemberdayaan masyarakat lokal. Mengingat turis yang datang dari lokal dan luar Lombok bisa mencapai 160 ribu lebih,” ujarnya di Jakarta usai kunjungan ke Mandalika, Minggu (11/04/2021).
Bamsoet menjelaskan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah mencatat setidaknya sudah ada 1.600 kamar homestay di sepanjang jalan Bandara Internasional Lombok menuju KEK Mandalika. Menyerap sekitar 600 lebih tenaga kerja.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga telah menganggarkan dana mencapai Rp 62,22 miliar untuk membangun 915 unit rumah homestay melalui Program Sarhunta (Sarana Hunian Pariwisata).
“Pemerintah daerah harus terus memberikan pelatihan hospitality agar masyarakat yang menyediakan homestay bisa memberikan pelayanan prima terhadap para turis yang datang. Dari mulai standar kebersihan yang setaraf hotel, hingga ketersediaan fasilitas wifi, listrik, dan makanan,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Bamsoet juga mengingatkan, standar batas atas dan bawah harga homestay juga harus diatur. Agar jangan sampai merusak harga pasar dan saling menjatuhkan satu sama lain.
“Selain dari homestay, masyarakat juga bisa mengembangkan UMKM untuk memproduksi berbagai souvenir menarik. Terlebih NTB memiliki tujuh jenis kerajinan khas yang berasal dari gerabah, perak, rotan ketak, rotan bambu, kulit, tenun, dan kerajinan Sasambo. Dari ketujuh jenis kerajinan tersebut bisa dibuat produk yang unik, yang tidak ada di negara lain, yang hanya bisa ditemukan di NTB,” pungkasnya.
“Cinderamata adalah komponen penting dalam Industri pariwisata. Tidak lengkap rasanya berwisata tanpa ada cinderamata khas tempat wisata tersebut. Semakin unik cinderamata yang dibuat, semakin menarik minat beli turis, terlebih di Mandalika ini akan di gelar event MotoGP dan World Superbike tentu akan semakin menguntungkan masyarakat,” katanya mengakhiri pembicaraan.