Pengrusakan Karang Melalui Bom Ikan di Sikka Terus Terjadi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Aksi pengrusakan karang lewat aktivitas penangkanap ikan secara ilegal dengan menggunakan bahan peledak atau bom di perairan Kabupaten Sikka masih terus terjadi.

Penasihat Maumere Diver Community (MDC) Kabupaten Sikka, NTT, Yohanes Saleh saat ditemui di Kota Maumere, Senin (8/3/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Dampak pengeboman ikan membuat karang-karang terutama perairan dangkal di Kabupaten Sikka mengalami kerusakan parah,” kata Penasihat Maumere Diver Coomunity (MDC), Kabupaten Sikka, NTT, Yohanes Saleh saat dihubungi, Rabu (10/3/2021).

Hans sapaannya menyebutkan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan restorasi terumbu karang akibat dampak dari pengeboman ikan yang menyebabkan terumbu karang rusak parah.

Dia menyesalkan aksi pengeboman ikan yang sering terjadi di tengah semangat anggota kelompoknya melakukan restorasi karang di perairan Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Maumere.

“Kami lakukan konservasi terumbu karang sudah beberapa kali. Tapi kerja kami jadi sia-sia apabila aksi pengeboman ikan dan penggunaan potasium dalam menangkap ikan terus terjadi dan dibiarkan,” sesalnya.

Hans katakan, pihaknya pun menyurati aparat penegak hukum dan pemerintah Kabupaten Sikka agar pelaku pengeboman ikan dan penangkapan ikan yang merusak terumbu karang bisa ditindak tegas.

Dia sepakat pengawasan harus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari pemantauan penjualan bahan baku pembuatan bom ikan hingga mendidik nelayan agar jangan melakukan aktivitas destructive fishing dan ilegal fishing.

“Kami menyurati aparat keamanan dan pemerintah Kabupaten Sikka agar bisa memperketat pengawasan dan menindak tegas para pelaku penangkapan ikan yang merusak lingkungan,” sebutnya.

Hans pun mengaku bingung kenapa aktifitas ini terus saja terjadi meskipun penangkapan oleh aparat keamanan selalu terjadi di perairan laut utara Flores termasuk di perairan Kabupaten Flores Timur.

“Dampak penggunaan bom ikan mengakibatkan kerusakan terumbu karang sangat besar. Luas kerusakan pun lebih besar akibat dari getaran atau daya ledak bom ikan ditambah tekanan arus laut,” ucapnya.

Sementara itu, pegiat lingkungan Wenefrida Efodia Susilowati meminta agar pelaku pengeboman ikan dihukum berat mengingat kerusakan karang bukan saja membuat pendapatan nelayan terancam menurun.

Menurut Susi sapaannya, dampak rusaknya karang membuat keindahan alam bawah laut Teluk Maumere mengalami kerusakan dan wisatawan pun tidak mungkin datang melakukan snorkling dan menyelam di perairan ini.

“Banyak orang yang akan kehilangan pendapatan dan mata pencarian termasuk pemandu wisata, hotel, pemilik perahu sewaan dan lainnya. Sektor pariwisata pun kehilangan pendapatan akibat dari aksi para pengebom ikan,” ucapnya.

Lihat juga...