Operasional Jalan Tol Trans Sumatera Beri Peluang Bagi Pelaku UMKM
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
LAMPUNG — Beroperasinya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) jadi peluang usaha bagi sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sejumlah rest area yang bisa dimanfaatkan di antaranya KM 87 ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, Lampung.
Hasan, salah satu pedagang oleh-oleh menyebutkan, rest area KM 87 B yang berada di wilayah Lampung Selatan bisa jadi tempat menjual produk kuliner. Meliputi keripik, kemplang, kopi bubuk dan produk olahan lain.
Sebagai salah satu UMKM binaan salah satu bank pemerintah ia bisa menjual produk oleh oleh. Sasaran konsumen asal Sumatera Selatan yang istirahat menuju Bakauheni. Meski demikian ia menyebut omzet penjualan pelaku UMKM di rest area masih stagnan. Sebab pengendara yang mampir tidak selalu membeli.
“Sebagian pelaku perjalanan yang mampir di rest area memiliki aktivitas beragam untuk istirahat, mengisi BBM, ibadah dan ke toilet namun tetap ada yang membeli oleh oleh, harapan kami saat libur lebaran Idul Fitri tanpa ada pembatasan perjalanan bisa meningkatkan penjualan,” terang Hasan saat ditemui Cendana News, Selasa (16/3/2021).
Hasan bilang fasilitasi yang diberikan oleh PT. Hutama Karya sebagai pengelola jalan tol cukup membantu. Pelaku usaha yang sebelumnya berjualan di akses jalan Lintas Sumatera sebutnya bisa meningkatkan omzet penjualan. Standar ketat dalam kualitas produk yang dijual telah mendapat pemeriksaan. Sebab produk kuliner yang dijual dominan diolah secara tradisional.

Susanto, salah satu pengemudi travel trayek Palembang-Jakarta mengaku terbantu keberadaan yang bisa digunakan sebelum tiba di pelabuhan Bakauheni. Rest area KM 87 dan KM 20 juga memiliki fasilitas SPBU untuk pengisian bahan bakar. Ia juga menggunakan waktu untuk istirahat dan mengecek kondisi kendaraan.
“Saat berhenti saya memberi kesempatan penumpang untuk membeli oleh oleh sembari pengemudi mengecek kondisi kendaraan,”sebutnya.
Sejumlah outlet penjualan kopi sebut Susanto bisa digunakan untuk istirahat. Keberadaan rest area sebutnya berisi sejumlah jajanan khas Lampung berbahan pisang. Kemasan yang menarik sebutnya bisa menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk menarik konsumen.
Hanung Hanindito, Branch Manager PT Hutama Karya ruas Bakauheni-Terbanggi Besar bilang UMKM telah beroperasi di sejumlah rest area. Pihaknya bekerjasama dengan sejumlah bank BUMN, pemerintah daerah untuk membuka outlet bagi pelaku usaha binaan. Keberadaan rest area bagi pelaku usaha UMKM sebutnya akan berpotensi meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Namun imbas pandemi dengan volume kendaraan penggguna jalan tol Sumatera berkurang mengurangi omzet, karena libur lebaran dan libur panjang dibatasi,” sebutnya.
Pelaku usaha kecil kuliner di Jalan Lintas Timur Sumatera menyebut ingin membuka usaha di rest area JTTS. Namun ia mengaku terkendala modal dan belum menjadi mitra binaan bank. Namun ia mengaku masih tetap bisa menjual makanan untuk pelaku perjalanan. Sebab sebagian pengendara masih menggunakan jalan lintas timur untuk menuju ke Sumatera Selatan.