Usaha Kreatif di Indonesia Capai 8,2 Juta

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Industri kreatif di Indonesia terus mengalami perkembangan yang pesat. Berdasarkan data Kementeriaan Koordinator Bidang Perekonomian, saat ini sudah mencapi 8,2 juta.

Catatan itu juga berbanding lurus dengan kontribusi sektor industri kreatif terhadap perekonomian nasional dengan menyumbangkan 7,44 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), 14,28 persen tenaga kerja, dan 13,77 persen ekspor.

“Melihat angka-angka ini, pemerintah akan terus mendukung dan menggarap industri kreatif di Indonesia. Pelaku usaha tentunya lebih memahami dinamika yang terjadi di lapangan, sehingga pemerintah nantinya akan lebih berperan sebagai fasilitator dan pemungkin (enabler) bagi terciptanya ekosistem yang kondusif,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kemenko Perekonomian, Rudy Salahuddin, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/3/2021).

Rudy mengatakan, ada empat sub sektor usaha kreatif dengan pertumbuhan tercepat yaitu TV dan radio; film, animasi, dan video; seni pertunjukan; dan Desain Komunikasi Visual.

“Sebagai contoh industri kreatif, sektor animasi pun memiliki kesempatan besar dalam membuka dan menyerap tenaga kerja dengan tuntutan kompetensi yang bisa dilakukan oleh SDM keluaran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Keadaan ini berlaku di perusahaan animasi yang memiliki skala usaha berdasarkan jumlah SDM lebih dari 50 pekerja,” tandasnya.

Dari 120 studio animasi, Indonesia tercatat mempekerjakan 5.771 tenaga kerja kreatif yang didominasi oleh generasi muda. Diperkirakan terdapat kurang lebih 24.000 pekerja yang bergerak di sektor industri animasi. Artinya, animasi merupakan salah satu industri kreatif yang padat karya dan padat modal.

“Intinya usulan teman-teman silakan lebih dikonkretkan. Pemerintah akan mendukung, apalagi hal ini juga terkait dengan pengembangan SDM dan sesuai dengan momentum digitalisasi. Saya berharap kita bisa memanfaatkan ini dengan baik dan saling bertukar pikiran dalam membahas upaya-upaya bersama untuk lebih mengembangkan lagi sektor ekonomi kreatif di Indonesia,” ungkap Rudy.

Sebelumnya, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto juga menyambut baik pelaku usaha kreatif yang didominasi oleh generasi milenial, dalam membantu pemerintah untuk mengembangkan Industri Kreatif tanah air.

“Industri Kreatif merupakan salah satu sektor yang diharapkan bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Airlangga.

Airlangga meyakini, dunia melihat Asia Tenggara sebagai potensi pasar yang besar dan didukung dengan jumlah penduduk serta stabilitas ekonomi maupun politik. Potensi ini perlu dimanfaatkan secara optimal, termasuk dalam upaya pengembangan industri kreatif dan digital.

“Apalagi di tengah pandemi seperti saat ini, ada yang namanya magic box bernama smartphone. Kebutuhan hiburan makin tinggi sehingga itu harus dimanfaatkan dengan masuknya konten-konten kreatif. Produk-produk virtual harus kita dorong, bukan hanya yang sifatnya fisik,” tuturnya.

Lihat juga...