Kolak Roti Khas Blitar, Hangatkan Badan
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Sajian kolak roti khas Blitar, Jawa Timur, dapat menghangatkan tubuh, apalagi diminum saat musim penghujan seperti saat ini. Rasa gurih dan manis menu tradisional perpaduan roti tawar, ketan putih, kacang ijo, dan mutiara yang disiram kuah santan ini sangat pas disantap selagi hangat.
“Kolak ini kan kudapan tradisional. Di setiap daerah ada ragam bahannya. Nah, kalau di kampung saya di Blitar, itu khasnya kolak roti Blitar. Ini resep keluarga, saya kembangkan untuk usaha di Jakarta,” kata Mega Ari Puspita, pedagang kolak roti Blitar kepada Cendana News, saat ditemui di kedainya di Jalan Kalisari 3, Jakarta Timur, Sabtu (6/3/2021).
Menurutnya, sajian kolak roti khas Blitar ini bisa dijadikan kudapan mencuci mulut atau untuk santapan buka puasa di saat bulan Ramadan.
“Disantap selagi hangat terasa gurih dan manis, aroma wangi kuah air santannya menggugah selera. Sangat cocok untuk sajian buka puasa,” ujar wanita kelahiran Blitar 48 tahun, ini.

Dia menjelaskan, sajian kolak roti Blitar ini seperti kolak pada umumnya, namun yang membedakan bahannya. Kolak roti ini disandingkan dengan ketan putih yang telah dikukus, kacang ijo dan mutiara yang terlebih dulu direbus. Sedangkan kuah air santannya berbahan parutan kelapa muda yang telah diperas dengan saringan.
Selanjutnya, air santan direbus bersamaan dengan daun pandan dan garam, lalu aduk rata sampai mendidih.
Sajikan roti tawar yang telah dipotong empat, ketan putih, kacang ijo dan mutiara ke dalam mangkok, lalu siram dengan kuah santan untuk siap disajikan. Sedangkan untuk kuah gula putihnya, disajikan secara terpisah.
“Air gulanya dipisah, karena setiap orang itu beda selera, ada yang suka manis, ada yang nggak suka. Jadi kalau pembeli santap di sini, bisa beri gulanya ke kolak roti ini sesuai selera. Kalau dibawa pulang, air gulanya kita pisah dibungkus plastik,” ujar Mega.
Menurutnya, pelanggannya dari berbagai kalangan, tidak hanya orang tua, tapi juga anak muda. Apalagi, kolak roti khas Blitar ini dapat dinikmati dalam suasana apa pun, baik musim kemarau maupun penghujan.
“Kolak roti khas Blitar ini dapat dinikmati di semua cuaca, dan tidak terhalang waktu. Mau disantap pagi, siang, sore dan malam hari, rasanya tetap gurih, mampu hangatkan tubuh dan menyehatkan pastinya,” ungkapnya.
Semangkok kolak roti khas Blitar ini sangat murah, yakni cukup merogoh Rp7.000 sudah dapat menikmatinya.
Cipto Hasto, penikmat kolak roti Blitar, mengatakan rasa kuah air santan yang gurih berpadu roti tawar dan ketan putih serta kacang ijo dan mutiara telah menjadikan dirinya sangat menyukai kolak ini.
“Nenek saya kan orang Blitar, kalau mudik ke sana pasti makan kolak ini dibuatin saudara atau beli. Rasa gurihnya sangat kental, enak disantap,” ujar Cipto kepada Cendana News ditemui saat sedang membeli kolak roti Blitar di kedai milik Mega.