Kaltim: Kasus COVID-19 Sembuh Bertambah 436 Orang

SAMARINDA — Perkembangan kasus COVID-19 di Provinsi Kalimantan Timur terus didominasi peningkatan kasus kesembuhan dengan adanya tambahan sebanyak 436 kasus sembuh pada Selasa.

Juru bicara Satgas COVID-19 Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak mengatakan tambahan kasus sembuh terbanyak terjadi di Balikpapan sebanyak 105 kasus, disusul Kutai Kartanegara 78 kasus dan Bontang 76 kasus.

Tambahan kasus kesembuhan lainnya terjadi di Berau 16 kasus, Kutai Barat 8 kasus, Kutai Timur 65 kasus, Paser 19 kasus,,Penajam Paser Utara 7 kasus dan Samarinda 62 kasus.

“Trend positif terus terjadi dengan banyaknya kasus sembuh dibandingkan dengan kasus terkonfirmasi positif, akumulasi kasus kesembuhan COVID-19 di Kaltim sebanyak 51.323 kasus,” kata Andi M Ishak di Samarinda.

Ia menyebutkan untuk kasus terkonfirmasi positif juga mengalami kenaikan sebanyak 260 kasus dan menjadikan akumulasi kasus terkonfirmasi positif sebanyak 58.441 kasus.

Tambahan kasus terkonfirmasi positif tersebut tersebar di Berau 6 kasus, Kutai Barat 1 kasus, Kutai Kartanegara 93 kasus, Kutai Timur 25 kasus, Mahakam Ulu 6 kasus, Paser 17 kasus, Penajam Paser Utara 11 kasus, Balikpapan 60 kasus, Bontang 12 kasus dan Samarinda 29 kasus.

Andi menambahkan untuk kasus kematian juga mengalami tambahan sebanyak 6 kasus dengan rincian di Kutai Kartanegara 1 kasus, Balikpapan 1 kasus dan Samarinda 4 kasus.

“Angka kematian kasus COVID-19 belum bisa ditekan, dalam setiap laporan kasus harian selalu ada tambahan kasus meninggal dunia, total sebanyak 1.375 kasus kematian terjadi di Kaltim,” beber Andi Muhammad Ishak.

Ia menegaskan hingga saat ini pasien COVID-19 yang masih menjalani perawatan medis sebanyak 5.743 pasien.

Sementara itu, perkembangan kasus COVID-19 khusus wilayah Kaltim jumlah kasus terkonfirmasi positif tertinggi terjadi di Balikpapan dengan jumlah 14.020 kasus.

Disusul, Samarinda 11.101 kasus, Kutai Kartanegara 10.536 kasus, Kutai Timur 7.320 kasus dan Bontang 5.376 kasus.

Lima kabupaten lainnya yakni Berau 3.533 kasus, Paser 3.043 kasus, Kutai Barat 2.239 kasus, Panajam Paser Utara 942 kasus dan Mahakam Ulu 331 kasus. [Ant]

Lihat juga...